Penguatan kapasitas dan kompetensi pelaku UMKM bukan hanya berdampak pada usaha masing-masing, tetapi juga menjadi investasi penting bagi pembangunan daerah. “Keberhasilan usaha tidak ditentukan oleh seberapa besar kita memulai, tetapi oleh seberapa konsisten kita menjalankan dan mengembangkannya,” pungkasnya.
Kegiatan yang diikuti 100 pelaku usaha mikro dari wilayah Kecamatan Magelang Utara ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan. Materi pelatihan pada hari pertama disampaikan oleh akademisi dari Universitas Tidar (Untidar), dan selanjutnya menghadirkan pelaku usaha sukses pemilik Getuk Marem yang berbagi pengalaman (success story).
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Syaifullah, menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi masih banyaknya pelaku UMKM yang belum mendapatkan pelatihan. “Masih banyak UMKM yang belum mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan keahlian dan wawasan berwirausaha,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku UMKM saat ini dituntut untuk terus berinovasi dan berkreasi agar mampu bersaing di tengah dinamika pasar. Namun, dalam praktiknya, masih banyak yang menghadapi berbagai kendala.
“Sebagian UMKM masih mengalami kendala, seperti masalah investasi, produksi, dan permodalan,” jelasnya. (rls)
