UNGARAN, Cakram.net – Harapan warga Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang untuk memiliki jembatan permanen di atas Sungai Senjoyo segera menjadi kenyataan. Setelah menanti selama puluhan tahun, pembangunan infrastruktur krusial ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2026.
Jembatan yang akan diberi nama Jembatan Mbah Wali Mertongasono ini diproyeksikan memiliki bentang sepanjang 60 meter dengan lebar 1,8 meter. Kehadirannya akan menghubungkan Dusun Santren di Desa Wonokerto (Bancak) dengan Dusun Pelem di Desa Wiru (Bringin).
Kepala Dusun Santren, Andi Winarno, mengungkapkan rasa syukur warga atas realisasi proyek ini. Selama ini, mobilitas warga sangat bergantung pada kondisi debit air sungai.
“Kalau mau ke makam atau ke tanah bengkok di seberang, ya harus berjalan menyeberangi sungai. Saat air normal, kedalamannya mencapai satu meter. Waktu air surut baru bisa lewat dengan lebih mudah,” ujar Andi, Rabu 8 April 2026.
Meskipun desain utamanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda motor, jembatan ini tetap dirancang agar bisa dilalui kendaraan darurat seperti ambulans dalam kondisi mendesak.
