“Kalau rumah kayu seperti kami, satu unit bisa sekitar Rp80 juta. Itu belum isinya,” tambahnya.
Selain perbaikan rumah, warga juga masih membutuhkan bantuan untuk pencarian puing-puing bangunan yang tertimbun lumpur.
Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo, Jumat 3 April 2026. Tanggul dilaporkan jebol di tiga titik, menyebabkan air meluap dan merendam permukiman di sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Guntur, Wonosalam, Karangtengah, dan Kebonagung.
Sebanyak 5.148 jiwa terdampak, dengan 2.867 jiwa di antaranya sempat mengungsi. Hingga kini, jumlah pengungsi tersisa 12 jiwa di Madin Sindon.
Meski sebagian wilayah sudah surut, satu titik tanggul yang belum sepenuhnya tertutup, sempat kembali melimpas dan menggenangi Dukuh Solondoko. Perbaikan darurat pun langsung dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan air.
