Antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut cukup tinggi. Hingga pukul 12.30 WIB pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 110 warga telah memanfaatkan layanan konsultasi di MPP Kota Yogyakarta.
“Biasanya kunjungan harian sekitar 80 sampai 90 orang. Hari ini sudah mencapai 110 orang dan masih terus bertambah. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan konsultasi terpadu memang cukup besar,” kata Budi.
Ia menambahkan dari sekitar 900 data permohonan PBG yang masih tercatat, sebagian besar akan diverifikasi kembali karena ditemukan adanya akun ganda, permohonan yang tidak dilanjutkan, maupun dokumen yang belum lengkap. Setelah dilakukan pemilahan, jumlah permohonan yang benar-benar memerlukan penyelesaian diperkirakan berkisar 500 berkas.
Salah satu pemohon PBG, Patricia Dita Natasha, mengaku terbantu dengan adanya layanan konsultasi langsung tersebut. Ia tengah mengurus izin pembangunan rumah kos putri dan toko yang prosesnya telah berjalan sekitar 2,5 tahun.
Menurut Patricia, berbagai kendala yang dihadapi antara lain pemenuhan persyaratan administrasi, koordinasi dengan arsitek serta proses penilaian teknis dari tim ahli. “Saya berharap prosesnya bisa lebih cepat dan konsultasi yang diberikan semakin solutif, sehingga masyarakat bisa mengetahui secara jelas kekurangan yang harus dilengkapi,” ungkapnya. (*)
