BPBD Kabupaten Semarang Luncurkan Inovasi SADEWA untuk Perkuat Budaya Sadar Bencana

UNGARAN, Cakram.net – Guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang meluncurkan inovasi berupa aplikasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana).

Langkah inovatif berbasis digital dan kolaborasi pentahelix ini dihadirkan untuk mengakselerasi pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) secara masif dan terstruktur di wilayah Kabupaten Semarang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, mengungkapkan letak geografis Kabupaten Semarang yang terdiri dari perbukitan, pegunungan, dan aliran sungai memiliki potensi beragam bencana, seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Oleh karena itu, penanaman budaya sadar bencana di tingkat desa menjadi fondasi yang sangat vital.

“Masyarakat desa adalah pihak yang pertama kali berhadapan langsung dengan ancaman bencana. Mereka tidak boleh hanya menjadi objek saat bencana terjadi, melainkan harus menjadi subjek yang mampu mengenali risiko, melakukan tindakan pencegahan, hingga evakuasi mandiri sebelum bantuan datang,” ujar Alexander di kantornya, Rabu 22 Juli 2026.

Melalui strategi kolaborasi SADEWA, pembentukan Destana di Kabupaten Semarang mengalami lonjakan signifikan. Dari yang semula berjumlah 24 desa pada tahap awal di tahun 2024, kini telah bertambah pesat hingga mencapai 116 Destana pada tahun 2026.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *