Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 750 Ribu Liter Air Bersih

Alexander menjelaskan, kuota 750 ribu liter air bersih yang disiapkan dirasa cukup berdasarkan data permintaan tahun 2024–2025. Namun, jika kemarau panjang berlangsung hingga tujuh bulan sesuai prakiraan BMKG, pihaknya sudah menyiapkan strategi cadangan.

“Kita siap menghadapi dampak kemarau tahun ini. Jika kurang, kita bisa ajukan perubahan anggaran atau menggandeng pihak swasta melalui skema kerja sama pentahelix menggunakan dana CSR,” tegasnya.

Langkah BPBD menempatkan toren permanen ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat. Kepala Desa Plumutan, Suji Haryanto, mengungkapkan bahwa bantuan infrastruktur ini sangat membantu efisiensi warga dalam menyimpan air bersih bantuan.

“Selama ini kami terpaksa menggunakan terpal plastik untuk menampung air bantuan, dan itu setiap tahun harus ganti karena rusak. Toren dari BPBD ini tentu bisa digunakan dalam jangka waktu lama,” kata Suji.

Di sisi lain, upaya jangka panjang untuk mengatasi kekeringan di wilayah tersebut juga mulai digodok. Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Sjaichul Hadi, menyatakan dukungan legislatif terhadap pemenuhan hak air bersih warga di Dusun Mungkruk (Desa Bantal) dan Dusun Krajan (Desa Plumutan).

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *