Transformasi Pelayanan Kesehatan Kota Magelang, Dorong Layanan Inklusif dan Berdaya Saing

MAGELANG, Cakram.net – Pemerintah Kota Magelang terus mematangkan transformasi tata kelola kesehatan sebagai bagian dari reformasi pelayanan publik yang inklusif, adaptif, dan terintegrasi. Kebijakan ini menekankan pada penguatan ekosistem kesehatan berbasis pencegahan, digitalisasi, serta perlindungan sosial yang selaras dengan RPJMD Kota Magelang 2025–2029.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan bahwa pembangunan kesehatan harus berorientasi pada kebutuhan nyata warga, bukan sekadar penambahan fasilitas atau pengobatan.

“Transformasi kesehatan bukan hanya tentang membangun fasilitas atau menambah layanan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang semakin mudah, cepat, inklusif, dan berkualitas. Pemerintah harus hadir mengikuti kebutuhan masyarakat, bukan sebaliknya,” ujar Damar.

Untuk mendekatkan pelayanan kepada warga, Pemkot Magelang menghadirkan program Puskesmas Pagi–Sore bagi pekerja serta layanan Homecare Pusling untuk lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, pengembangan RSUD Tidar diarahkan melalui konsep Rumah Sakit Tanpa Dinding serta penguatan layanan penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, dan uro-nefrologi.

Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu menambahkan, perencanaan kesehatan ke depan ditempatkan sebagai investasi jangka panjang peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penilaian keberhasilan diukur secara berkelanjutan melalui indikator kenaikan usia harapan hidup, penurunan stunting, hingga efektivitas penanganan tuberkulosis.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *