Meski antusiasme tergolong baik, Imam menggarisbawahi masih adanya kekeliruan pemahaman di masyarakat terkait siklus vaksinasi hewan. Banyak pemilik menganggap vaksinasi rabies cukup dilakukan sekali seumur hidup.
“Sebagian masyarakat masih beranggapan vaksinasi hewan cukup sekali saja. Padahal, vaksin rabies wajib diberikan secara rutin satu tahun sekali agar kekebalan tubuh hewan tetap terjaga,” jelas Imam.
Selain menyuntikkan vaksin, petugas di lapangan turut memberikan edukasi mengenai pemberian obat cacing berkala setiap tiga bulan serta pemenuhan vitamin untuk menjaga imunitas hewan, terutama saat terjadi perubahan cuaca.
Ia pun mengimbau para pemilik hewan untuk konsisten melakukan proteksi berkala. Langkah ini penting mengingat rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dan berpotensi fatal. (*)
