PURBALINGGA, Cakram.net – Generasi muda dituntut tidak hanya memiliki kecakapan teknologi, tetapi juga memahami etika, keamanan, serta nilai kebangsaan saat beraktivitas di ruang digital. Hal ini krusial agar media sosial tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun perilaku yang memicu konflik.
Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 di OR Graha Adiguna, Kamis (24/9/2026). Acara ini diikuti 100 pelajar dan pendamping perwakilan SMA/SMK/MA secara luring, serta disimak secara daring oleh ribuan siswa dari 49 sekolah di wilayah Purbalingga.
Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Purbalingga, Adhy Riyadi, menegaskan pentingnya wawasan kebangsaan untuk menjaga keutuhan NKRI. “Yang pertama mewujudkan bangsa yang kuat, rukun, dan bersatu. Yang kedua, menjaga sejarah kebangsaan Indonesia dan cinta kepada NKRI,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Purbalingga, Much Umar Faozi, mengajak siswa memperkuat empat pilar literasi digital: kecakapan, etika, budaya, dan keamanan digital.
Menurut Umar, tingginya kecakapan teknis generasi muda harus diimbangi dengan kendali diri agar tidak terjebak kejahatan digital. “Semua yang kita posting di media sosial akan dilihat oleh manusia sungguhan,” tegasnya.
