SEMARANG, Cakram.net — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan peluncuran program gentengisasi yang dijadwalkan pada akhir November 2026. Pada tahap awal, program yang menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) ini membutuhkan sekitar 1,1 juta keping genteng tanah liat.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pelaksanaan program disesuaikan dengan kesiapan produksi, distribusi, dan pembiayaan agar tidak membebani anggaran daerah. Selain mendukung penataan perumahan, program ini ditargetkan mampu memicu pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) genteng lokal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, menyampaikan bahwa lonjakan kebutuhan genteng dari program pemerintah akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
“Mulai dari UKM-nya sendiri, kemudian angkutan, hingga toko-tokonya, semua bergerak,” ujar July, dikutip dari portal resmi Pemprov Jateng, Kamis (8/10/2026).
Potensi pasar genteng lokal di Jawa Tengah terbilang besar. Pada Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2025, sebanyak 3.257 dari 7.532 unit rumah memanfaatkan genteng sebagai penutup atap. Sementara untuk Program Bedah Rumah 2026, total kebutuhan diproyeksikan mencapai 4,7 juta keping.
