El Nino Belum Usai, Warga Kabupaten Semarang Krisis Air dan Petani Terpaksa Rogoh Kocek untuk Sedot Air

UNGARAN, Cakram.net — Warga Kabupaten Semarang hingga kini masih dibayangi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino. Berbagai persoalan mulai dari kebakaran lahan hingga krisis air bersih terus bermunculan, sementara hujan diprediksi baru akan turun secara merata pada pertengahan November 2026.

“Dampak kekeringan cuaca ekstrem diperkirakan lima hingga tujuh bulan. Nanti musim penghujan diperkirakan November pertengahan. Sekarang baru ada hujan satu-dua kali,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Muhamad Muslih, Rabu (21/10/2026).

Muslih menyebutkan, dampak El Nino sangat dirasakan masyarakat, salah satunya ditandai dengan maraknya peristiwa kebakaran yang melanda rumah, kandang ayam, tempat usaha, hingga lahan. Tercatat sebanyak 53 titik lahan terdampak kebakaran dengan estimasi luas mencapai sekitar satu hektare di setiap lokasi kejadian.

Selain ancaman kebakaran, krisis air bersih juga masih meluas. Hingga Oktober 2026, sebanyak 66 dusun yang tersebar di 42 desa dan 11 kecamatan tercatat mengalami kekurangan air bersih.

Guna mengatasi hal tersebut, BPBD Kabupaten Semarang telah menyalurkan sekitar 670 tangki air bersih kepada warga terdampak. Dari jumlah itu, 160 tangki dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sementara sisanya merupakan hasil gotong royong dan dukungan dari relawan, instansi vertikal, serta berbagai lembaga.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *