Pemkot Yogyakarta Dorong Warga Gencarkan Urban Farming dan Perkuat Kolaborasi Antarwilayah

YOGYAKARTA, Cakram.net — Pemerintah Kota Yogyakarta menggenjot penguatan kolaborasi antarwilayah sekaligus mengoptimalkan urban farming (pertanian perkotaan). Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan, stabilitas harga, dan daya beli masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan bertema “Pangan Kita, Tanggung Jawab Kita: Membangun Gerakan Kolaboratif untuk Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta” di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Senin (19/10/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, memaparkan bahwa luas lahan sawah di wilayahnya kini tinggal menyisakan sekitar 16 hektare. Padahal, jumlah penduduk mencapai 620.621 jiwa dengan luas wilayah total 32,8 kilometer persegi.

Dalam kondisi normal, kebutuhan beras di Kota Yogyakarta mencapai 115 ton per hari, dan bisa melonjak hingga 151–161 ton saat permintaan meningkat. Keterbatasan ini membuat pasokan dari daerah penyangga seperti Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kulon Progo memegang peranan yang sangat krusial.

“Kalau Sleman tidak memasukkan beras ke Kota Yogyakarta, Bantul tidak memasok, Kulon Progo juga tidak, tentu ini menjadi persoalan serius bagi kita. Karena itu, ketahanan pangan harus kita bangun bersama,” ujar Sukidi, dikutip dari portal resmi Pemkot Yogyakarta.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *