Jalan Penghubung Susukan-Mluweh Ungaran Timur Nyaris Putus Akibat Longsor

UNGARAN, Cakram.net  – Jalan penghubung Kelurahan Susukan dengan Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, nyaris putus menyusul separuh badan jalan beton ambles dan patah akibat longsor. Warga Desa Mluweh terancam kesulitan akses menuju ibu kota Kabupaten Semarang bila kerusakan jalan poros desa tersebut tidak segera diperbaiki oleh Pemkab Semarang.

Amblesnya separuh badan jalan beton itu disebabkan tanah penyangga jalan longsor akibat tergerus air hujan. Panjang jalan beton yang patah sekitar tiga meter dengan lebar 1,5 meter. Saat ini jalan masih bisa dilewati kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, namun khusus kendaraan roda empat harus bergantian saat melewati jalan tersebut.

Adanya kerusakan jalan ini membahayakan masyarakat pengguna jalan terutama saat malam hari. Sebab di samping jalan terdapat jurang yang cukup dalam. Sebagai penanda, warga memasang potongan bambu dan kayu di lokasi jalan rusak.

Warga khawatir kerusakan jalan semakin parah bila tidak segera ada penanganan dari Pemkab Semarang. Kerusakan jalan itu berpotensi mengganggu kelancaran akses transportasi warga Mluweh dan sekitarnya yang ingin menuju Ungaran sebagai ibu kota Kabupaten Semarang.

“Kerusakan jalan sudah terjadi sejak lima bulan lalu. Sebelum ambles dan separuh badan jalan beton patah seperti sekarang, awalnya tanah penyangga jalan beton sedikit demi sedikit longsor,” ungkap Ita (32), warga Rowosari Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Ita mengaku hampir setiap hari melewati jalan tersebut untuk menuju pasar di Ungaran. Karena jalan yang saat ini kondisinya rusak merupakan akses jalan paling dekat dari rumahnya ke Ungaran.

“Kalau mau ke Ungaran paling dekat ya lewat jalan ini. Harapannya kerusakan jalan segera diperbaiki agar warga nyaman dan aman. Kalau hujan terus bisa longsor dan kerusakan jalan bisa semakin parah,” ujarnya.

Kades Mluweh, Asariyono mengungkapkan, patahnya jalan beton terjadi sekitar seminggu lalu akibat hujan deras selama dua hari berturut-turut. Jalan yang patah dibangun tahun 2014 lalu.

“Dua hari hujan terus mengakibatkan jalan ambles dan beton jalan patah. Jalan ini statusnya jalan kabupaten,” jelasnya.

Menurut Asariyono, kerusakan jalan tersebut sudah dilaporkan ke Pemkab Semarang. Dari DPU dan BPBD Kabupaten Semarang sudah survei ke lokasi.

“Beberapa waktu lalu Pak Ganjar (Gubernur Jateng) sepedaan lewat sini, kami sempat sampaikan soal perbaikan jalan. Harapan kami pemkab segera memperbaiki, karena ini akses utama menuju Ungaran,” ujarnya. (dhi/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *