GUNUNGKIDUL,Cakram.net – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, meningkatkan pemantauan sembilan titik perbatasan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah itu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul Kelik Yunianto, mengatakan tingginya jumlah pendatang dari luar daerah membuat Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan pengawasan ketat di setiap pintu masuk, serta memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah kabupaten.
“Saat ini sedang dibicarakan kebijakan apa yang akan diambil untuk pintu-pintu masuk yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah,” kata Kelik Yunianto, Jumat (17/4/2020).
Ia mengatakan wilayah Gunungkidul berbatasan langsung dengan wilayah zona merah seperti Klaten, Jawa Tengah. Selain itu, kasus positif COVID-19 ke-3 di Gunungkidul memiliki riwayat kunjungan ke Pacitan.
“Hal ini membuat perbatasan sisi timur juga perlu diwaspadai,” katanya.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan hari ini melakukan pemantauan di sejumlah pintu masuk. Sebab, dari sembilan pintu masuk yang sering digunakan, beberapa di antaranya berada di lokasi yang terpencil. Gunung Kidul sendiri saat ini menjadi salah satu wilayah di DIY dengan jumlah pemudik terbanyak.
“Koordinasi dengan pihak desa akan ditingkatkan, karena mereka yang benar-benar mengetahui karakteristik jalur pintu masuk di wilayahnya,” kata Immawan
Dia mengatakan sejumlah desa di Gunungkidul sendiri saat ini sudah mendirikan posko pemantauan mandiri di kantor masing-masing. Para pemudik diwajibkan melapor, melakukan pemeriksaan dan pendataan di pos.
Immawan juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga diri, dan mengurangi aktivitas keluar rumah. Apalagi dalam beberapa hari terakhir masyarakat sudah mulai banyak masyarakat beraktivitas.
“Kami sudah berkoordinasi akan melakukan himbauan lebih keras lagi, bersama polri, TNI, dan satpol PP. Termasuk dengan camat dan kepala desa, perlu adanya penyegaran,” kata Immawan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan hingga saat ini, pihaknya belum memilih opsi melakukan karantina untuk pemudik, Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pemantau (PDP) karena masih dilakukan secara mandiri. Hal yang patut diperhatikan adalah disiplin mengisolasi diri.
“Kalau ditempatkan di satu lokasi, kan belum diketahui positif atau tidak. Jadi, karantina masal belum jadi opsi,” kata Dewi. (Ant/Cakram)
