SALATIGA, Cakram.net – Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menyatakan dirinya beserta Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris dan jajaran Forkopimda siap untuk divaksin COVID-19. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak takut untuk mengikuti vaksinasi dan tidak mendengarkan berita-berita hoax.
Yuliyanto menandaskan pemerintah menjamin keamanan vaksin COVID-19 yang akan didistribusikan dan digunakan oleh masyarakat. Karena sudah ada otorisasi penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kedua lembaga itu telah mengkaji efektivitas, keamanan, efikasi, serta kehalalan vaksin COVID-19.
“Tidak perlu mendengarkan berita-berita hoax, yakini jika vaksin ini bertujuan untuk melindungi kesehatan kita dan keluarga dari virus corona. Sudah ada statement dari MUI dan BPOM bahwa vaksin ini aman,” tegas Yuliyanto saat mengikuti Simulasi Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bersama Forkopimda di Puskesmas Cebongan, Kamis (21/01/21).
Dalam simulasi itu ditunjukkan proses pelaksanaan vaksinasi mulai dari pengawalan distribusi vaksin, penyimpanan vaksin hingga pemberian vaksin kepada warga masyarakat.
Untuk keamanan distribusi vaksin COVID-19, Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat mengaku akan menurunkan 50 personil dari Satuan Sabhara, Satlantas dan Satserse untuk melakukan pengawalan mulai penjemputan vaksin di provinsi hingga pendistribusian di tempat pelaksanaan vaksinasi. Polisi akan melakukan patroli rutin dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk memastikan vaksin aman serta tidak ada yang melakukan sabotase dan pencurian, termasuk memastikan kestabilan kondisi vaksin tetap baik.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah mengungkapkan fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kota Salatiga yang meliputi 6 rumah sakit, 6 Puskesmas, dan 16 klinik telah mendaftarkan tenaga kesehatannya untuk mengikuti vaksinasi. Sasaran vaksinasi COVID-19 sampai saat ini masih dalam proses updating di Pusat Satu Data KPCPEN (Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) sehingga sewaktu-waktu datanya dapat berubah.
Data sementara sasaran vaksinasi COVID-19 terdiri 2.825 tenaga kesehatan, 12.984 pelayan publik, 46.105 masyarakat rentan, 46.731 masyarakat umum, dan 24.786 masyarakat rentan lainnya. Sehingga totalnya sebanyaknya sebanyak 133.431 orang.
“Sesuai surat dari Kementerian Kesehatan Nomor SR.02.06/II/80/2021 tentang Distribusi Vaksin dan Rencana pelaksanaan Vaksinasi COVID-19, pelaksanaan vaksinasi di Kota Salatiga masuk dalam jadwal tahap 1 termin 2, yaitu Februari 2021. Jumlah sasaran dan waktu pelaksanaan dapat berubah setiap saat sesuai ketentuan dari pusat,” terang Zuraidah. (rls)
