KLATEN, Cakram.net – Pandemi Covid-19 hampir dua tahun melanda berdampak bagi para pengrajin gerabah di Kabupaten Klaten. Turunnya permintaan pasar menyebabkan pendapatan para pengrajin anjlok sampai 50 persen.
Hal itu diungkapkan Novi (30), seorang pengrajin gerabah di RT 02 RW 03 Pager Jurang, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Usaha yang dirintis turun-temurun dari orang tuanya sejak 2006 tetap bisa bertahan setalah merambah pemasaran secara online.
“Kami mencoba menjajaki pemasaran online sejak 2019. Dulu usaha gerabah ini warisan orang tua, tapi sejak 2021 kami membuka usahanya sendiri. Produk kami seperti pot, panci, wajan, piring. Karena pandemi pendapatan turun sampai 50 persen,” ungkapnya, dilansir dari laman Pemkab Klaten, Jumat 24 September 2021.
Novi menyebutkan produknya dipasar ke Jawa Timur dan Jawa Barat. Selain itu, pangsa pasarnya di Jakarta dan luar pulau Jawa seperti Riau.
