Meriahnya Kirab Budaya Dusun Siloah

BERGAS (Cakram.net) – Tarian ‘ular naga’ sepanjang hampir 18 meter meriahkan acara kirab budaya yang digelar dalam rangka sedekah Dusun Silowah, Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang,

Layaknya atraksi Liong Samsi, ular naga yang dimainkan oleh sembilan orang ini, menari, meliuk dan berjoget mengikuti irama tetabuhan drum blek, di sepanjang jalan desa yang dilalui kirab budaya yang menempuh perjalanan 1 kilometer ini.

Keberadaannya di antara peserta kirab budaya, tak pelak mengundang perhatian ratusan warga yang menyaksikan di sepanjang jalan desa, karena gerakan- gerakannya yang cukup atraktif dalam menyesuaikan irama tetabuhan.

Selain ular naga, turut memeriahkan kirab budaya ini adalah ogoh- ogoh tokoh Hanoman Obong, setinggi hampir 4 meter, replika burung garuda, serta empat buah gunungan hasil bumi yang dirangkai dengan harmonis, serta beragam warna- warni kostum budaya yang dikenakan peserta.

Kemeriahan ini menyeruak dalam kirab budaya yang elibatkan tak kurang 800 warga setempat. “Sekitar 800 orang terlibat dalam kirab budaya Merti Dusun Siloah ini,” ungkap Kepala Dusun (Kadus) Siloah, Sarmuji, Sabtu (5/10/2019).

Ia mengungkapkan, warga Dusun Siloam terdiri atas empat RT dan masing- masing RT menyajikan tiga sampai empat atraksi, seperti kuda lumping, reogan, tari- tarian tradisional, drum band, drum blek dan lainnya.

Sehingga pelaksanaan kirab budaya kali ini berlangsung cukup meriah. Pun demikian antusiasme warga untuk berpartisipasi. “Kami ingin menjadikan acara kirab dalam rangka merti dusun ini sebagai salah satu kalender budaya di Kabupaten Semarang,” ungkapnya.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Pagersari, Rusdiono. Ia mengapresiasi kreatifitas warga dalam mengemas acara kirab budaya merti dusun ini yang selalu menarik dan menghadirkan hal yang baru.

Sehingga, pihak Pemerintah Desa Pagersari sangat mendukung keinginan warga yang ingin menjadikan acara merti dusun dan kirab budaya ini sebagai salah satu kalender budaya di Kabupaten Semarang.

Menurut Rusdiono, acara merti dusun ini secara esensi merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, karena warga Dusun Siloah telah dianugerahi tanah pertanian yang subur dan menghasilkan berbagai macam komoditas hortikultura yang mampu membawa kesejahteraan warganya.

Untuk memeriahkan acara merti dusun ini, lanjutnya, juga digelar kirab budaya yang menampilkan beragam potensi kesenian maupun budaya yang masih dilestarikan oleh warga di wilayah Dusun Siloah ini.

“Kami melihat antusiasme warga Dusun Siloah untuk menjadikan kegiatan ini tidak hanya sekedar acara lingkup desa, tetapi juga menjadi acara budaya dalam lingkup yang lebih luas lagi,” katanya.

Kebetulan, lanjut Rusdiono, Pemerintah Desa Pagersari juga tengah getol mendukung upaya peningkatan perekonomian warga melalui pengembangan desa wisata. Adapun potensi yang bakal dikembangkan adalah kolam renang alam dengan memanfaatkan sumber air Sendang Situk yang melimpah.

Sehingga, ia berharap ke depan atraksi budaya ini juga akan mampu menopang pengembangan desa wisata yang saat ini sedang dirintis. “Sehingga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi warga kami,” tegasnya. (prie)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *