Menikmati “Slow Living” di Warung Kinasih Tuntang, Sensasi Garang Asem Bambu dengan Aroma Smoky

UNGARAN, Cakram.net – Tren kuliner kini tidak lagi sekadar soal rasa, namun juga pengalaman suasana. Di tengah jenuhnya hiruk-pikuk kota dan restoran mewah, Warung Kinasih hadir di Dusun Kumpulrejo, Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan menawarkan konsep “Jawa Jadul” dan gaya hidup santai (slow living).

Warung yang berdiri sejak November 2025 ini menjadi pelarian bagi para pencari ketenangan. Terletak di pelosok desa yang jauh dari keramaian, pengunjung disuguhi pemandangan alam yang asri sembari menikmati hidangan khas pedesaan.

Menu andalan yang menjadi primadona di sini adalah Garang Asem Bambu. Berbeda dengan garang asem pada umumnya yang dibungkus daun pisang dan dikukus, Warung Kinasih melakukan inovasi dengan membakar garang asem di dalam bilah bambu.

“Setelah kuah dan ayam kampung yang sudah diungkep dimasukkan ke bambu, kami bakar selama kurang lebih 20 menit. Proses ini memberikan aroma smoky yang kuat dan khas, meresap hingga ke dalam daging,” ujar pemilik Warung Kinasih, Edy Purwono (56).

Edy menegaskan, penggunaan ayam kampung asli menjadi komitmennya untuk menjaga kualitas rasa. Sebagai pendamping, tersedia nasi liwet hangat yang semakin menambah kental nuansa tradisional.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *