Aliran Sungai Panjang Banyak Sampah Dikeluhkan Warga Bejalen Ambarawa

AMBARAWA, Cakram.net  – Banyaknya sampah di aliran Sungai Panjang yang berada di wilayah Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dikeluhkan warga Bejalen yang lokasinya dekat dengan Danau Rawapening. Sebab sampah itu masuk ke Rawapening sehingga memperparah pendangkalan serta mempengaruhi tingkat keasaman (pH) air yang bisa mengakibatkan banyak ikan di rawa mati.

Seorang warga Bejalen, Koko Kembar mengungkapkan selama ini masih banyak warga yang membuang sampah ke aliran Sungai Panjang yang bermuara ke Danau Rawapening. Wilayah yang dilewati aliran Sungai Panjang dari Kecamatan Bandungan sampai Ambarawa menuju Rawapening.

“Sampai sekarang masih banyak warga yang membuang sampah ke aliran Sungai Panjang. Kebanyak sampah plastik, tapi ada juga sampah potongan kayu, lemari kayu dan lemari plastik. Bahkan ada sampah kasur bekas dibuang ke sungai,” ungkapnya, Minggu (19/1/2020).

Masih banyaknya warga membuang sampah ke aliran Sungai Panjang, lanjut Koko, dibuktikan dengan banyaknya sampah plastik yang terbawa arus air sampai ke Rawapening. Bahkan sebagian sampah plastik tersangkut pada ranting pohon Lingi yang ada di pinggir tanggul sungai.

“Jumat (17/1/2020) sore sampai malam turun hujan mengakibatkan aliran Sungai Panjang di Bejalen meluap. Setelah airnya surut pada Sabtu (18/1/2020) banyak sampah plastik tersangkut di ranting pohon Lingi yang tumbuh di pinggir tanggul sungai,” jelasnya.

Koko menyebutkan, beragam jenis sampah yang masuk ke Rawapening bisa merusak ekosistem rawa. Selain dangkal dan kotor, tingkat keasaman air rawa juga jelek.

“Seperti tahun lalu banyak ikan mati karena banyaknya sampah masuk ke Rawapening. Airnya kotor dan meracuni ikan yang ada di rawa,” bebernya.

Koko berharap warga yang tinggal di daerah hulu Sungai Panjang untuk tidak membuang sampah ke sungai. Sebab ketika musim hujan sampah akan terbawa air hingga masuk ke Rawapening.

“Kami minta masyarakat terutama di daerah atas aliran Sungai Panjang tidak membuang sampah ke sungai. Dampaknya banyak sampah yang masuk ke Rawapening karena terbawa arus air ketika musim hujan seperti sekarang ini,” ujarnya.

Menurut Koko, perilaku membuang sampah ke sungai ini dapat merusak lingkungan dan memicu terjadinya banjir, terutama daerah di sekitar Rawapening. Karena pendangkalan Rawapening semakin parah dengan banyaknya sampah yang masuk ke danau tersebut.

“Kalau perilaku membuang sampah ke aliran Sungai Panjang masih terus terjadi akan mengakibatkan pendangkalan Rawapening semakin parah. Karena kondisi Rawapening dangkal, maka ketika turun hujan deras sudah tidak mampu menampung volume air yang masuk ke rawa sehingga mengakibatkan banjir di sekitar Rawapening,  termasuk lingkungan tempat tinggal saya di Bejalen,” katanya.

Koko berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang memasang jaring di setiap pinggir jembatan sungai yang alirannya menuju Rawapening untuk mengurangi adanya pembuangan sampah ke sungai. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *