YOGYAKARTA, Cakram.net – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tingkat kemiskinan Kota Yogyakarta di tahun 2023 sebesar 6,49 persen atau setara dengan 29.480 jiwa, sementara di tahun 2024 turun menjadi 6,26 persen setara dengan 28.790 jiwa.
Hal itu disampaikan Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto dalam FGD Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Ruang Yudistira Balai Kota setempat, Selasa 23 Juli 2024. Pihaknya mengatakan setidaknya dalam kurun waktu hampir 1 tahun bisa menurunkan angka kemiskinan sebanyak 700 jiwa.
“Tentunya upaya pengentasan kemiskinan menjadi kerja bersama antar perangkat daerah, instansi vertikal juga pihak terkait yang dalam penganggaran, penyusunan program intervensi dan implementasi penanggulangan kemiskinan disusun berdasarkan basis data yang ada,” katanya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Selasa 23 Juli 2024.
Menurutnya basis data kemiskinan menjadi hal yang sangat penting untuk menampilkan data secara aktual, berdasarkan nama dan alamat sasaran intervensi. Sehingga program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran dan berjalan dengan optimal.
“Saat ini basis data sasaran kemiskinan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), kemudian yang sedang dalam proses adalah pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dan ke depannya akan mengoptimalkan aplikasi SEPAKAT sebagai alat dalam pelaksanaan intervensi,” terangnya.
