UNGARAN, Cakram.net – Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Semarang meminta Pemkab Semarang untuk memenuhi sarana prasarana (sarpras) dan tenaga pendidik bagi siswa inklusi, khususnya di sekolah negeri. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Joko Sriyono usai melakukan monitoring di SDN Susukan 04 di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin 15 September 2025.
“Di SDN Susukan 04 terdapat 23 siswa inklusi, dari kelas 1 sampai 6. Kegiatan belajar mengajar siswa inklusi memanfaatkan ruang kepala sekolah yang relatif sempit, dan sarana prasarananya juga tidak memadai. Anak-anak inklusi di sini belajarnya lesehan,” ungkap Joko.
Menurut Joko, pembelajaran siswa inklusi di SDN Susukan 04 saat ini diampu oleh tenaga pustakawan. Karena di sekolah ini memang tidak memiliki guru khusus atau guru BK untuk mendampingi anak-anak inklusi.
“Ini menjadi keprihatinan kita. Pembelajaran anak-anak inklusi seharusnya diampu oleh guru yang memiliki kompetensi khusus, yaitu guru BK. Kalau tidak ada guru BK, tenaga pengampu harus dibekali pelatihan khusus,” tandasnya.
Selain pemenuhan sarana prasarana dan tenaga pendidik, kata Joko, dibutuhkan adanya pendampingan psikolog untuk memberikan treatment bagi anak-anak inklusi. Sebab anak-anak inklusi tidak bisa dijadikan dalam satu ruangan dengan siswa regular.
