UNGARAN, Cakran.net – Terletak di lereng Gunung Merbabu dengan ketinggian sekitar 800 mdpl, Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil sayuran. Namun, melimpahnya hasil bumi ini sempat menyisakan persoalan lingkungan berupa tumpukan limbah sisa sayuran yang tak terpakai.
Melihat kondisi tersebut, Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan mengambil langkah inovatif. Sejak tiga tahun terakhir, mereka mengolah limbah sayuran menjadi biogas yang kini mulai dimanfaatkan secara mandiri oleh warga sebagai bahan bakar rumah tangga.
Ketua Karang Taruna Dharma Remaja, Juwari, menuturkan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan pemuda desa terhadap sampah organik yang kian menumpuk. Kini, sudah ada 15 rumah tangga di desa tersebut yang rutin menggunakan biogas untuk aktivitas memasak sehari-hari. “Kami ingin limbah ini bermanfaat, tidak sekadar terbuang sia-sia,” ujar Juwari, Kamis 2 April 2026.
Cara kerjanya pun terbilang cukup praktis. Warga hanya membutuhkan drum kapasitas 200 liter sebagai wadah fermentasi, sebuah ban dalam truk sebagai penampung gas, dan selang penghubung.
Juwari memaparkan, perbandingan bahan baku yang digunakan adalah satu kilogram sampah sayuran dengan satu liter air. “Tahap awal memang butuh waktu sekitar satu bulan untuk menghasilkan gas metan. Namun, setelah proses berjalan, fermentasi terjadi secara alami,” terangnya.
