Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Yogyakarta Bidik Potensi Ekonomi Digital dan Pendidikan

YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta membidik pengembangan usaha berbasis digital, media, informasi, dan pendidikan sebagai motor pengungkit ekonomi perkotaan. Langkah strategis ini digencarkan guna memperluas kesempatan kerja dan menekan tingkat pengangguran terbuka yang saat ini berada di angka sekitar 5,8 persen.

Hal tersebut dikemukakan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, seusai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) Triwulan III Tahun 2026 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Selasa (27/10/2026).

Menurut Hasto, pengembangan sektor-sektor yang selaras dengan karakteristik ekonomi perkotaan memiliki daya ungkit tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja baru. “Kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi maupun mengurangi pengangguran itu salah satunya adalah bagaimana hal-hal yang termasuk masalah bisnis, media, informasi, dan pendidikan,” ujarnya, dikutip dari portal resmi Pemkot Yogyakarta.

Di sisi lain, Hasto menilai bahwa angka pengangguran perlu dibaca secara cermat karena tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kemiskinan. Ia memaparkan, Kota Yogyakarta memiliki angka kemiskinan yang relatif rendah, yakni 6,14, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi di angka 89,53, namun masih menghadapi tantangan ketenagakerjaan.

“Antara pengangguran dan kemiskinan itu sebetulnya tidak apple to apple, tidak terlalu berkaitan,” kata Hasto.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *