Makam Dokter Tjipto Mangoenkoesoemo di Ambarawa

AMBARAWA (Cakram.net) – Tjipto Mangoenkoesoemo dilahirkan di Desa Pecangaan, Kabupaten Jepara tanggal 13 Maret 1883. Dia adalah putera tertua dari 12 bersaudara trah Mangoenkoesoemo, seorang priyayi kelas bawah dalam struktur masyarakat Jawa yang bekerja sebagai guru. Namun tidak banyak masyarakat yang mengetahui bila makam dokter Tjipto berada di Ambarawa.

Ya makam tersebut berada di belakang deretan pertokoan di lingkungan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Untuk mengenang pahlawan nasional tersebut, dibangun patung dokter Tjipto Mangoenkoesoemo yang kini berdiri megah di Ambarawa, tepatnya di pertigaan Gamblok, tepi Jalan Raya Ambarawa-Magelang.

Selain pergerakan Boedi Oetomo yang dicetuskannya bersama Ki Hadjar Dewantara dan Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo adalah seorang pahlawan pra kemerdekaan yang berjuang menangani pageblug wabah pes di Malang tahun 1926. Saat di Malang, dokter Tjipto menemukan bayi perempuan yang kedua orang tuanya sudah meninggal akibat terserang penyakit pes. ‘’Bayi tersebut diangkat menjadi anak dan diberi nama Pestiyati. Makamnya (makam Pestiyati) juga berada satu kompleks dengan dokter Tjipto,’’ ungkap Suwarsinah (54), juru kunci Makam Pahlawan Nasional dokter Tjipto Mangoenkoesoemo.

Mengenai jejak perjuangan dokter Tjipto, menurut Suwarsinah, lebih banyak dilakukan di luar Ambarawa, seperti Malang, Surabaya dan Jakarta. Namun perjuangannya tidak lepas dari peran kedua orang tuanya yang memang asli orang Ambarawa. ‘’Semasa hidup, dokter Tjipto pernah berpesan jika nanti meninggal dunia, meminta untuk dimakamkan di sebelah makam kedua orang tuanya,’’ ujar Suwarsinah.

Suwarsinah bercerita, sekitar medio 1955 Presiden Soekarno pernah berziarah ke makam dokter Tjipto. Saat itu dia masih duduk di bangku kelas empat Sekolah Rakyat (SR). Ketika ziarah, Presiden Soekarno berpesan kepada ayahnya yang kala itu menjadi juru kunci makam agar menjaga makam dokter Tjipto yang merupakan salah satu guru Presiden Soekarno.

Patung
Untuk mengenang jasa perjuangan dokter Tjipto, masyarakat Ambarawa secara swadaya memprakarsai pembuatan patung dr Tjipto yang letaknya tak dari lokasi makam. Keberadaan patung setinggi hampir 5 meter itu sebagai penghormatan kepada dr Tjipto Mangoenkoesoemo. Karena dia adalah pahlawan prakemerdekaan asal Ambarawa, meski dilahirkan di Jepara.

‘’Banyak orang yang tidak tahu kalau dr Tjipto dimakamkan di Ambarawa. Dibangunnya patung dan taman dokter Tjipto, harapannya masyarakat tahu jika ada pahlawan nasional yang dimakamkan di Ambarawa,’’ ungkap The Hok Hiong, salah satu  penggagas pembuatan patung dr Tjipto.

Menurut The Hok, sikap yang menjadi ciri khas dokter Tjipto adalah menentang segala hal yang berbau kepriyayian, meskipun dia sendiri berasal dari keluarga priyayi. Sehingga dia tidak bertahan lama berada di organisasi Boedi Oetomo yang merupakan perkumpulan para priyayi.

Dokter Tjipto wafat di usia 60 tahun, tepatnya pada tanggal 8 Maret 1943. Sang pejuang kesehatan dan pendobrak feodalisme itu harus menghadap ke haribaan Sang Pencipta dan dimakamkan di TPU Watu Ceper Ambarawa sebelum sempat menikmati manisnya perjuangan kemerdekaan. Keteguhan hati, semangat juang dan jiwa sosialnya yang tinggi patut diteladani generasi bangsa, demi menjaga kebesaran nama Indonesia. Noel/dhi

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *