YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kajian pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) 2026. Mulai dari permasalahan ekraf, pemetaan ekraf sampai peran penguatan ekosistem ekraf. Kajian itu menjadi dasar rumusan arah pengembangan ekraf di Kota Yogyakarta ke depan. Para organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Yogyakarta diminta bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan ekraf.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemkot Yogyakarta Kadri Renggono mengatakan Kota Yogyakarta memiliki modal yang sangat kuat untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Budaya luhur, komunitas yang aktif, ruang-ruang kreatif, pelaku seni dan budaya, perguruan tinggi, festival, serta berbagai inovasi tumbuh di masyarakat. Namun demikian, tantangan yang dihadapi saat ini bukan menciptakan kreativitas.
“Melainkan bagaimana mengelola kreativitas menjadi sebuah sistem yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, kajian yang telah disusun ini menjadi penting sebagai dasar dalam merumuskan arah pengembangan ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta ke depannya,” kata Kadri, dilansir dari laman resmi Pemkot Yogyakarta, Jumat 5 Juni 2026.
Dia menyatakan kajian pengembangan ekraf tidak hanya memetakan potensi dan tantangan. Tetapi juga menawarkan arah penguatan city branding Yogyakarta sebagai City of Festival dan penguatan ekosistem ekraf. Termasuk usulan roadmap pengembangan ekfraf yang dapat menjadi referensi bersama dalam pembangunan Kota Yogyakarta.
“Kami berharap melalui forum ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian hasil kajian. Tetapi juga menjadi ruang konsolidasi, validasi, dan penguatan komitmen bersama hingga mampu bergabung dalam jejaring kota kreatif di lingkup internasional,” paparnya.
