Kaji Pengembangan Ekraf, Pemkot Yogyakarta Bidik Jejaring Internasional

Dari hasil kajian salah satunya terkait permasalahan ekraf di Kota Yogyakarta antara lain data pelaku ekonomi kreatif masih parsial, city branding YK belum sepenuhnya terintegrasi dengan pengembangan subsektor ekonomi kreatif, festival, UMKM, kampung, dan model bisnis kreatif. Selain itu ekosistem kreatif Yogyakarta sangat kuat pada kreasi dan pengalaman, tetapi relatif lemah pada distribusi, monetisasi, investasi dan scale up.

Adapun rekomendasi yang diberikan antara lain  mengimplementasikan City Branding YK sebagai sistem manajemen ekonomi kreatif, mengesahkan roadmap ekonomi kreatif dan city branding YK. Di samping itu menjadikan Calendar of Events sebagai instrumen tata kelola event, menjadikan flagship event sebagai lokomotif subsektor ekonomi kreatif dan melaksanakan aktivasi kampung tematik. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *