Atasi Krisis Air Bersih, Pemkab Semarang Anggarkan Rp 17,6 Miliar

BRINGIN (Cakram.net) – Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan Pemkab Semarang mengalokasikan dana Rp 17,6 miliar melalui APBD Kabupaten Semarang 2019, guna mengatasi kekurangan air bersih akibat musim kemarau. Sedangkan tahun 2020 mendatang Pemkab Semarang mengalokasikan anggaran Rp 15 miliar untuk membuat sumur bor dan perbaikan sarana prasarana air bersih lainnya.

‘’Penggunaan anggaran tersebut diprioritaskan untuk dusun atau wilayah yang memiliki potensi besar mengalami kekeringan dan krisis air bersih saat musim kemarau. Sehingga diharapkan beberapa tahun ke depan dapat mengurangi jumlah dusun yang mengalami krisis air bersih,’’ kata Ngesti Nugraha saat menyerahkan bantuan 10.000 liter air bersih dari Baznas dan IPHI Kabupaten Semarang bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Semarang di Dusun Ngropoh Desa Gogodalem Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Senin (7/10/2019).

Nugraha menjelaskan, Dusun Ngropoh merupakan salah satu dusun yang mengalami krisis air bersih terparah karena dampak musim kemarau panjang tahun ini, dan kondisi geografis dusun tersebut. Pemkab Semarang tahun ini menyediakan sekitar 1,5 juta liter air bersih untuk mengatasi kekurangan air bersih di beberapa desa.

“Selain bantuan air bersih, pemkab juga memberikan bantuan Rp200 juta untuk membuat sumur bor di Dusun Ngropoh. Harapannya dapat menemukan sumber air bersih untuk mengatasi kekeringan di masa mendatang,” kata Nugraha

Nugraha mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak termasuk Baznas dan IPHI Kabupaten Semarang yang iktu membantu Pemkab Semarang mengatasi krisis ari bersih. “Bantuan air bersih akan terus diberikan sepanjang warga masih membutuhkan,” ujarnya.

Ketua Baznas dan IPHI Kabupaten Semarang, Munashir mengatakan pihaknya bantuan air bersih 20.000 liter di 3 dusun wilayah dua desa di Kecamatan Bringin, yakni Dusun Ngropoh dan Kalipare Desa Gogodalan dan satu dusun di Desa Rembes. “Bulan Oktober ini Baznas dan IPHI menyiapkan 180 ribu liter air bersih untuk membantu mengatasi krisis air bersih di 16 desa yang tersebar di sepuluh kecamatan. Kalau masih dibutuhkan, kami kami upayakan penambahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gogodalem Asiri Rosyid mengaku kewalahan mengatasi krisis air bersih di wilayah. Krisis air bersih terparah di Dusun Ngropoh dan Kalipare. “Khusus Dusun Ngropoh, setiap dua hari sekali harus dipasok air bersih enam tanki kapasitas 8.000 liter. Sebab jumlah penduduknya cukup banyak,  sekitar 790 jiwa,” ujarnya.

Kata Asiri, dia terpaksa meminta bantuan ke sejumlah pihak termasuk organisasi kemasyarakat guna mengatasi krisis air bersih yang dialami warganya. Karena jika hanya  mengandalkan dana ketahanan bencana yang bersumber dari dana desa tidak mencukupi. ‘’Kami bersyukur tahun ini pemkab memberikan bantuan pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Dusun Ngropoh,’’ imbuhnya. dhi

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *