BANDUNGAN, Cakram.net – DPC PKB dan PCNU Kabupaten Semarang telah sepakat mengusung kader Nahdlatul Ulama (NU) menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang pada Pilkada Kabupaten Semarang 2020. Bahkan ada kemungkinan berseberangan dengan PDI Perjuangan (PDIP), namun sikap itu tidak secara tegas disampaikan.
“PKB dan PCNU sepakat untuk bersatu pada Pilkada 2020. Sudah menjadi komitmen bersama, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang 2020 harus kita raih. Itu sebagai bentuk kerinduan kami pada kemenangan Pilkada 2005,” ungkap Tanfidliyah PCNU Kabupaten Semarang, KH Ahmad Faozan usai acara halaqoh DPC PKB dengan PCNU Kabupaten Semarang di Aula Hotel Kediri Bandungan, Minggu (27/10/2019) petang.
Menurut Faozan, pertemuan PKB dengan PCNU merupakan tindak lanjut hasil rumusan tim 13 yang terdiri para kiai. Tim ini mengamanatkan kepada PCNU tentang kriteria calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang 2020-2024.
‘’Selain jajaran pengurus PKB, pertemuan hari ini dihadiri PCNU dan semua badan otonom, di antaranya muslimat NU, fatayat NU, IPPNU, Pagar Nusa, RMI, Lesbui, Maarif dan LDNU. Hadir juga relawan Laskar Pelangi dan Gerbang Amanah, dan mereka sepakat bersatu memenangkan pilkada 2020,” bebernya.
Faozan mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan sowan kepada para sesepuh NU untuk melakukan istikharah. Tujuannya meminta kepala Allah yang terbaik dan berkah untuk menuju kemenangan Pilkada 2020.
‘’Kita tidak bisa meninggalkan tradisi NU, kita minta para sesepuh melakukan istikharah. Tujuannya satu, meraih kekuasaan di Kabupaten Semarang sebagai bentuk rindu kesuksesan pilkada 2005,” tandasnya.
Sementara Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang, Badarudin menyatakan PKB tetap komitmen mengawal keputusan yang sudah disepakati bersama. PKB dan PCNU sepakat untuk bersama dan bersatu pada Pilkada 2020.
“Kami sebagai partai politik siap menerima amanah dari NU, amanah akan kita lakukan semaksimal dan seoptimal mungkin. Yang jelas NU dan PKB sama-sama punya kekuatan, kepengurusannya mulai tingkat kabupaten sampai desa, ada badan otonom NU, ini semua nanti kita satu padukan” katanya.
Ditanya soal calon yang akan diusung, Badarudin maupun Faozan mengatakan sejauh ini belum ada nama. “Yang jelas harus kader NU. Soal adanya usulan calon perseorangan dari NU bila PKB tidak memungkinkan berkoalisi dengan partai lain, masih perlu digodog,” timpal Faozan.
Badarudin mengakui PKB tidak bisa mengusun calon sendiri. Sehingga PKB melakukan komunikasi dengan semua partai politik (parpol). “Kita sadar PKB tidak bisa mengusung sendiri, maka kita tetap berkoalisi dengan partai lain. Kita komunikasi dengan semua partai, tapi baru sebatas penyampaikan pemikiran,” ungkapnya.
Mengenai kemungkinan PCNU berseberangan dengan PDIP, Badarudin dan Faozan tidak menjawab secara tegas. Menurutnya dalam politik ada proses yang dilalui. “Lihat nanti perjalanannya. Dalam politik bisa saja semua kemungkinan terjadi,” imbuh Faozan. (dhi)
