Ramaikan AHR, Istri Gubernur Jateng Lari 10 Kilometer

AMBARAWA, Cakram.net – Istri Gubernur Jateng, Siti Atikoh Supiryanti meramaikan lomba lari Ambarawa Heritage Run (AHR) 2019 yang mengambil garis start dan finish di Yonkav 2/Tank Ambarawa, Minggu (27/10/2019). Istri orang nomor satu di Jawa Tengah ini ikut dalam kategori 10 Kilometer (10 K).

“Alhamdullilah di sini mulai start adem banget, Ambarawa ini luar biasa sejuknya. Rutenya memang luar biasa sekali, sepanjang jalan disuguhi view luar biasa, ada gunung. Saya kan pelari hore, jadi iklim itu sangat berpengaruh untuk kenyamanan,” puji Atikoh usai memasuki garis finish setelah lari 10 kilometer.

Atikoh menilai, Ambarawa punya potensi untuk dikembangkan menjadi sport tourism dan city tour. Misalnya dikoneksikan antara Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Salatiga. “Kalau ada paket seperti itu  luar biasa sekali. Bentuknya bisa benar-benar wisata, bisa juga seperti ini, sport tourism,” ungkapnya.

Menurut Atikoh, kegiatan AHR sebetulnya campuran antara road dengan trail. Biasanya untuk trail ada tanjakan dan jalan tidak rata, misalnya di gunung atau hutan-hutan di alam bebas. ‘’Untuk 10 K yang saya ikut ada sedikit trail, ketika melewati Benteng Pendem ada paving dan jalan batu-batuan, tapi masih oke pakai road shoes,” ujarnya.

Kata Atikoh,  ada sedikit yang membuat peserta tidak nyaman, yakni ketika awal lari harus berbarengan dengan bus dan truk. ‘’Itu kan tidak steril. Ada juga di KM 4 atau KM 5 ada bakar-bakaran sampah, itu kan pengaruh ke nafas,” sentilnya.

Bupati Semarang dr Mundjirin menyambut baik adanya kegiatan AHR. Dia tidak menyangka AHR diikuti pelari internasional, seperti Kenya, Etopia dan Jepang. ‘’Yang saya kaget, Bu Ganjar juga ikut. Saya terima kasih sekali, mudah-mudahan tahun depan lebih baik lagi, mudah-mudahan bisa mendunia dan pariwisatanya berjalan baik,’’ katanya.

 

 

Salah satu pelari perempuan manca negara (kiri) yang mengikuti AHR 2019 memasuki garis finish di Yonkav 2/Tank Ambarawa, Minggu (27/10/2019). Foto : Budhi

 

70 Pelari Internasional

Perwakilan panitia AHR 2019, Parkiatno Sukarno Sutodimejo menjelaskan, AHR kali ini adalah kelanjutan AHR tahun 2018. “Bedanya, kali ini ada kategori 31 K trail run. Rutenya melewati situs-situs  yang ada di Ambarawa dan sekitarnya. Seperti Benteng Pendem, Museum Kereta Api, Gua Maria Ambarawa dan Candi Gedongsongo,’’ jelasnya.

Parkiatno mengungkapkan, konsep AHR 2019 adalah memadukan antara lari, peninggalan  sejarah dan budaya.  Tujuannya memperkenalkan peninggalan sejarah dan budaya di Ambarawa dan sekitarnya. “Harapannya event AHR bisa menstimulasi perbaikan kehidupan, terutama pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Menurut Parkiatno, AHR kali ini diikuti hampir 2.000 peserta dari nasional maupun internasional. Untuk peserta dari internasional lebih banyak daripada tahun lalu. “Ada 70 peserta dari internasional, didominasi pelari dari  Etopia dan Kenya. Tapi ada juga dari Nikaragua, Jepang, Malaysia dan Belanda,” ujarnya. (dhi)

 

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *