BAWEN, Cakram.net – Seorang penumpang mobil Daihatsu Grand Max bernomor polisi AD 8970 AL tewas setelah mobil yang ditumpangi menabrak bagian truk di ruas tol Bawen-Salatiga KM 450+700, Kabupaten Semarang, Rabu (26/2/2020). Korban meninggal dunia adalah Suparno (48) warga Kertosari RT 03 RW 01, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Menurut Kasubag Humas Polres Semarang, Iptu Budi Supraptono, lokasi kecelakaan yang merenggut satu korban jiwa di jalur A ruas tol Bawen-Salatiga KM 450+700 dari arah Bawen menuju Salatiga. Kecelakaan terjadi Rabu (26/2/2020) sekira pukul 04.00 WIB.
“Korban Suparno yang meninggal dunia mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan pendarahan di telinga. Sedangkan sopir Grand Max bernama Eko Regililasti (51) warga RT 21 RW 06 Desa/Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun mengalami luka lecet pada kaki dan tangannya,” ungkapnya.
Budi mengungkapkan, kronologis kecelakaan bermula saat mobil Grand Max yang dikemudikan Eko Regililasti melaju dari arah Bawen menuju Salatiga. Eko ditemani Suparno yang duduk di sampingnya. Saat melewati jalan bebas hambatan tersebut diduga mobil Grand Max melaju dengan kecepatan tinggi.
Saat perjalanan sampai tempat kejadian perkara (TKP), lanjut Budi, sopir Grand Max yang diduga mengantuk tidak menyadari searah di depannya ada truk. Namun karena jaraknya sudah sangat dekat, sopir Gand Max kaget dan tidak bisa menghindari sehingga menabrak bagian belakang truk.
“Diduga sopir Grand Max ngantuk dan tidak menyadari kalau searah di depannya ada truk sehingga mobil Grand Max menabrak bagian belakang truk,” katanya.
Akibat kerasnya benturan, kondisi bagian depan mobil Grand Max ringsek dan rusak parah. Sedangkan truk tak dikenal yang ditabrak dari belakang tetap melaju melarikan diri.
Budi mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan mematuhi peraturan berlalu lintas saat berkendara di jalan raya maupun jalan tol. “Patuhi batas kecepatan di jalan tol. Kalau kondisi lelah dan mengantuk sebaiknya beristirahat, jangan memaksakan diri untuk mengemudikan kendaraan,” tegasnya. (dhi)
