Anggota Komisi IX DPR Berharap Tak Ada Lagi Kekerasan Menimpa Perawat

UNGARAN, Cakram.net –  Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto berharap tidak ada lagi kekerasan terhadap perawat seperti yang terjadi di Kota Semarang dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Termasuk tidak ada lagi kejadian penolakan pemakaman jenazah perawat yang meninggal terpapar COVID-19.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian yang bergerak cepat tanpa ada laporan dari PPNI terkait kasus penolakan pemakaman jenazah perawat di Suwakul. Kepolisian dengan cepat menangani, ini langkah positif,” kata Edy ditemui di Sekretariat DPW PPNI Jateng, Senin (13/4/2020).

Edy  juga mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemkot Semarang dan kepolisian dalam menangani kasus tindakan kekerasan terhadap seorang perawat di salah klinik di Kota Semarang yang beredar di media sosial. Sehingga terduga pelaku penamparan terhadap perawat tersebut ditangkap.

“Itu respon yang sangat bagus. Jangan sampai terulang lagi ada perawat sudah bertugas mengingatkan dan memberikan edukasi malah mengalami tindakan kekerasan di tempat kerjanya,” tandas Edy Wuryanto yang juga Ketua DPW PPNI Jateng.

Menurut Edy, perawat yang menjadi korban penamparan sebenarnya berusaha memberikan edukasi untuk memakai masker di tengah wabah COVID-19.  Namun pria terduga pelaku justru tidak bisa menerima dan melakukan tindakan tak sepantasnya terhadap perawat tersebut.

“Pria itu malah marah, ngamuk, menampar dan mengancam. Ini harus diproses hukum,”  ujarnya.

Selain kekerasan terhadap perawat di Kota Semarang, lanjut Edy, ada lagi kasus kekerasan yang dialami tiga perawat RSUD Bendan Kota Pekalongan pada 2 April 2020. Mereka dikeroyok sekelompok orang ketika menghubungi pengelola dan penggali kubur di Kelurahan Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat terkait pemakaman jenazah positif COVID-19.

“Tiba-tiba mereka dikerooyok sekelompok orang, bahkan satu perawat dipukul pakai helm hingga mengakibatkan tulang hidungnya patah. Kalau seperti itu semua petugas kesehatan terancam,” bebernya.

Kata Edy, persoalan itu bukan lagi wilayah Jawa Tengah melainkan persoalan negara yang sangat berbahaya jika tidak ada penanganan yang serius. Sebab kalau sampai terjadi ketakutan luar biasa kepada petugas kesehatan akan melumpuhkan penanganan COVID-19.

“Kasus kekerasan terhadap perawat jangan terulang lagi di tempat lain. Ini persoalan serius yang harus segera ditangani, karena ini menyangkut anggota saya di Jawa Tengah,”  tegasnya. (dhi/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *