Pemkab Semarang Siapkan Makam Khusus dan Tim Pemulasaraan Jenazah COVID-19

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Pemkab Semarang menyiapkan tempat pemakaman khusus untuk jenazah positif Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 di Kabupaten Semarang. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada warga Kabupaten Semarang yang meninggal positif COVID-19 ditolak atau tidak boleh dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat seperti yang terjadi di daerah lain menyusul adanya stigma negatif terhadap penderita COVID-19.

“Andaikata ada jenazah positif COVID-19 ditolak oleh warga dan tidak boleh dimakamkan di TPU setempat, kita sediakan TPU khusus di Kelurahan Genuk, lokasinya di belakang Kantor DPRD Kabupaten Semarang,” ungkap Bupati Semarang yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Semarang, dr Mundjirin saat konferensi pers di ruang rapat Sekda Kabupaten Semarang yang dijadikan Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Semarang, Kamis (2/4/2020).

Menurut Bupati, sampai sekarang belum ada penolakan jenazah positif COVID-19 di Kabupaten Semarang. Karena hingga saat ini di Kabupaten Semarang memang belum ada warga yang meninggal positif COVID-19 maupun PDP terkait COVID-19.

Bupati berharap tidak ada stigma negatif maupun penolakan dari masyarakat terhadap jenazah positif COVID-19 di Kabupaten Semarang.

“Begitu juga pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh agar bisa diterima dengan baik di masyarakat. Alhamdulillah satu orang warga Kabupaten Semarang yang dinyatakan positif COVID-19 saat ini sudah sembuh dan sehat,” ujarnya.

Selain tempat pemakaman khusus, lanjut bupati, Pemkab Semarang juga membentuk tim pemulasaraan untuk menangani jenazah positif COVID-19 jika ada penolakan dari masyarakat. Tim ini dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang.

“Jenazah positif COVID-19 akan diperlakukan selayaknya jenazah tak bertuan jika ada penolakan dari warga. Protapnya seperti itu dari Dinsos,” katanya.

Kata Bupati, tim pemulasaraan telah dilatih dan dibekali kemampuan sesuai prosedur atau protokol kesehatan dalam menangani jenazah penderita penyakit infeksius atau mudah menular. Tim yang terlibat pemulasaraan jenazah tersebut juga akan diberi fasilitas APD (alat pelindung diri) guna mengantisipasi penularan.

“Nanti jenazahnya akan dipelihara atau dipulasara oleh tim yang telah dilatih dan diberi fasilitas alat pelindung diri,” imbuhnya. (dhi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *