PPNI Jateng Jamin Tidak Ada Perawat Menolak Berikan Pelayanan Kesehatan Warga Suwakul

UNGARAN, Cakram.net – Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Edy Wuryanto menjamin tidak ada perawat yang menolak untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga Suwakul menyusul kejadian penolakan pemakaman jenazah perawat positif COVID-19 di TPU Siwarak Lingkungan Suwakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada Kamis (9/4/2020).

“Kami jamin tidak ada. Saya jamin dengan adanya kasus kemarin tidak ada perawat dan tenaga medis yang menolak memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Suwakul. Doktrin dan sumpah profesi kita sudah jelas,” tandas Edy di Sekretariat DPW PPNI Jateng di Ungaran, Senin (13/4/2020).

Menurut Edy, tidak semua warga Suwakul buruk. Hanya segilintir orang saja yang melakukan penolakan pemakaman jenazah perawat positif COVID-19 di TPU Siwarak Suwakul.

“Sebagian besar warga (Suwakul) bagus, hanya beberapa orang saja yang sudah diamankan kepolisian itu bersuara lantang hingga menimbulkan keresahan publik,” katanya.

Kata Edy, dirinya juga mendapat amanah oleh organisasi profesi perawat untuk memberikan advokasi kepada keluarga almarhumah Nuria Kurniasih. Karena keluarganya juga tinggal di lingkungan Suwakul.

“Hari ini mungkin saya akan ke sana untuk bicara lagi dengan Ketua RW di Suwakul. Yang sudah ya sudah, itu sebagai pembelajaran. Yang bersalah sudah diproses hukum,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, sekelompok warga menolak pemakaman jenazah perawat yang terpapar COVID-19 di TPU Siwarak Suwakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Pemakaman jenazah akhirnya dipindahkan ke makam keluarga dokter Kariadi Semarang yang berada di belakang RSUP Dr Kariadi Semarang.

Menurut seorang warga Suwakul, Muhamad Soleh (37), penolakan pemakaman jenazah tersebut bukan dari mayoritas warga Suwakul tetapi hanya beberapa oknum warga saja. Bahkan dia menyayangkan penolakan oleh Ketua RT 06 dengan mengatasnamakan aspirasi warga Suwakul.

Setelah peristiwa itu, lanjut Soleh, muncul keresahan warga seiring adanya hujatan dan stigma negatif terhadap warga Suwakul yang beredar di media sosial. Warga yang tidak menolak khawatir terkena imbasnya.

“Sudah ada warga yang khawatir ketika berobat ke rumah sakit akan ditolak dan sebagainya jika tahu warga Suwakul,” ujarnya, Minggu (13/4/2020).

Hal itu diamini Ketua RW 08 Lingkungan Suwakul, Daniel Sugito. Dia berharap nama baik Suwakul kembali baik setelah tiga orang terduga provokator penolakan pemakaman jenazah diamankan Polda Jateng.

“Sekali lagi kami minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk kepada para tim medis dan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Kami berharap nama kampung kami menjadi bersih kembali, karena beberapa orang yang menolak sudah diambil oleh aparat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya. (dhi/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *