Hasil Rapid Diagnostic Test Pedagang di Pasar Babadan Nonreaktif

UNGARAN, Cakram.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Semarang melakukan rapid diagnostic test (RDT) atau tes diagnostik cepat kepada puluhan pedagang di Pasar Babadan Kabupaten Semarang, Kamis (4/6/2020). Tes diagnostik cepat secara acak terhadap 40 pedagang hasilnya nonreaktif.

“Minggu dan pekan depan kita akan melakukan rapid diagnostic test di Pasar Babadan, Pasar Karangjati, Pasar Harjosari, Pasar Bringin, Pasar Projo Ambarawa, Pasar Kembangsari Tengaran, dan Pasar Suruh. Hari ini tes diagnostik cepat di Pasar Babadan dilakukan kepada 40 pedagang, hasilnya semua nonreaktif,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Semarang, dr Hasty Wulandari di Pasar Babadan.

Setelah Pasar Babadan, lanjut Hasty, tes diagnostik cepat akan dilanjutkan ke Pasar Karangjati pada Jumat (5/6/2020), sedangkan di Pasar Harjosari dan Pasar Bringin dilaksanakan Sabtu (6/6/2020). Kemudian di Pasar Projo, Pasar Kembangsari dan Pasar Suruh pada Senin (8/6/2020).

“Di Pasar Projo dan Pasar Kembangsari akan kita ambil 50 sampel. Sasarannya para pedagang,” ungkapnya.

Menurut Hasty, pelaksanaan tes diagnostik cepat juga menindaklanjuti instruksi dari provinsi. Karena diduga klaster pasar banyak yang reaktif dari hasil tes diagnostik cepat, bahkan sampai positif.

“Tes diagnostik cepat ini termasuk tracing klaster Pasar Kobong,” katanya.

Hasty mengungkapkan, pelaksanaan tes diagnostik cepat di tujuh pasar tersebut merupakan tahap kedua. Untuk tahap pertama sudah dilaksanakan minggu sebelumnya dengan melibatkan puskesmas mengingat alat tes diagnostik cepat yang dimiliki Dinkes terbatas.

“Teman-teman di puskesmas mengambil pedagang untuk dites cepat di puskesmas, bukan mendatangi pasar. Hasilnya 10 persen reaktif, dari 405 orang ada 40 yang reaktif,” bebernya.

Hasty menjelaskan, bila dalam tes diagnostik cepat ada yang reaktif dilanjutkan tes Polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab. Untuk warga Kabupaten Semarang akan dilimpahkan ke puskesmas wilayah masing-masing, tapi bila yang bersangkutan asalnya dari Salatiga dilimpahkan ke Pemkot Salatiga.

Terkait new normal di pasar tradisional, Hasty menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Selain pakai  masker, juga harus menjaga jarak, selalu cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer.

“Untuk menghadapi new normal protokol kesehatan harus dilakukan secara tertib dan disiplin. Pembeli, penjual dan semua pengunjung pasar harus tertib,” tandasnya.

Lurah Pasar Babadan, Gatot Suwignyo mengatakan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 pihaknya menerapkan jaga jarak antarpedagang untuk pedagang pasar pagi. Untuk pedagang di dalam disediakan tempat cuci tangan.

“Kita juga membagi masker dan di pintu masuk kita tempel tulisan berisi peringatan serta aturan masuk ke pasar. Kami selalu mengingatkan semua pedagang untuk selalu pakai masker dan sesering  mungkin mencuci tangan pakai sabun,” ujarnya.

Gatot juga menyarankan pedagang mengurangi jam berjualan untuk berisitrahat agar tubuh fit. Sebab virus corona kalah dengan kondisi badan yang sehat. (dhi/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *