Dinkes Kabupaten Semarang Uji Coba Layanan Posyandu Dengan Protokol Kesehatan

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang melakukan uji coba pelayanan posyandu yang sempat terhenti akibat wabah COVID-19. Uji coba pelayanan posyandu dengan menerapkan protokol kesehatan dilaksanakan di Dusun Kalisoko Kidul, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Rabu (1/7/2020).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, dr Ani Rahardjo, kegiatan 1.677 posyandu yang ada di Kabupaten Semarang selama pandemi COVID-19 terhenti, termasuk pemberian makanan tambahan (PMT). Kegiatan posyandu diganti kunjungan rumah oleh bidan desa untuk memberikan imunisasi pada bayi dan anak balita.

“Kita sedang menyiapkan percontohan posyandu dengan menerapkan protokol kesehatan. Kebetulan Kecamatan Tengaran termasuk zona risiko rendah COVID-19, sehingga kita mulai merintis kembali kegiatan posyandu dengan pola dan kebiasaan baru,” katanya di sela meninjau uji coba layanan posyandu di Dusun Kalsoko Kidul.

Ani menjelaskan, pelayanan sesuai protokol kesehatan di posyandu salah satunya mengatur jam kehadiran untuk bayi dan balita. Kader posyandu memanfaatkan pengeras suara di masjid untuk pengaturan tersebut.

“Mereka dipanggil berdasarkan umur pada jam tertentu secara bergantian. Saat masuk area posyandu dicek suhu tubuh, cuci tangan serta wajib mengenakan masker bagi ibu dan anak di atas usia dua tahun,” jelasnya.

Untuk penimbangan balita, lanjut Ani, para ibu dibiasakan membawa sarung sendiri dari rumah. Sehingga tidak ada sarung timbangan bayi digunakan bersama-sama.

“Posisi tempat duduk untuk menunggu layanan di posyandu diatur jaraknya dengan menerapkan physical distancing. Ibu-ibu kader posyandu juga memakai alat pelindung diri berupa face shield yang dibuat sendiri,” ungkapnya.

Kepala Dusun Kalisoko Kidul, Sunarno menuturkan para ibu kader posyandu memang sudah menyiapkan alat pelindung diri (APD) yang dibuat secara swadaya. Di dusunnya juga ada bank sampah khususnya sampah plastik yang hasil pengelolaannya dimanfaatkan untuk

pemberian makanan tambahan bergizi bagi bayi dan balita di posyandu.

“Setelah pandemi COVID-19, warga berharap kegiatan posyandu yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 8 bisa aktif kembali. Apalagi kehadiran ibu dan balita di posyandu lebih dari 90 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Semarang dr Mundjirin mengatakan pengaktifan kembali posyandu di Kabupaten Semarang tidak bisa serempak. Uji coba pelayanan posyandu sesuai tatanan normal baru dilakukan secara bertahap.

“Ini uji coba posyandu pertama di Kabupaten Semarang dengan menerapkan protokol kesehatan. Harapannya posyandu tetap berjalan agar anak-anak tidak mengalami gangguan seperti kurang gizi, stunting dan lainnya,” katanya.

Bupati meminta warga Dusun Kalisoko Kidul menaati protokol kesehatan dan menjadikan kebiasaan baru dalam pelayanan posyandu. Sehingga bisa ditiru posyandu lainnya.

“Kalau warga tidak disiplin, kepatuhannya merosot ya kita setop lagi. Dari 1.600an posyandu, di Kalisoko Kidul ini sebagai percontohan, mudah-mudahan jalan terus,” ujarnya.

Ani menambahkan, Dinkes telah menyusun protokol penerapan normal baru. Khusus kesehatan berbasis masyarakat dilakukan uji coba pelayanan bayi dan anak balita di posyandu dengan pendampingan dari puskesmas.

“Setelah uji coba akan dievaluasi. Kalau memang aman dan kepatuhannya bagus dapat diteruskan, artinya kegiatan posyandu bisa berjalan kembali,” imbuhnya. (dhi/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *