Kasus COVID-19 di Bantul Rata-rata Dari Pelaku Perjalanan

BANTUL, Cakram.net – Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan bahwa perkembangan kasus baru konfirmasi positif terinfeksi virus corona di daerah itu rata-rata berawal dari pelaku perjalanan yang kemudian terjadi penularan lokal.

“Dari catatan kita, kasus COVID-19 di Bantul rata-rata awal-awalnya memang dari pelaku perjalanan luar DIY, tapi setelah sampai di kita (Bantul) positif terjadi transmisi lokal cukup banyak,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dunkes) Bantul Agus Budi Raharja di Bantul, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, sampai saat ini pun penularan lokal masih ditemukan, dan ini menunjukkan bahwa masih terjadi penularan di masyarakat, sehingga masih ada kasus positif di masyarakat yang harus ditemukan, karena itu berpotensi terjadi penularan.

“Bukti penularan sudah cukup banyak dan setelah kita evaluasi data-datanya, cukup banyak terjadi penularan transmisi lokal terutama di daerah Kecamatan Banguntapan, dari dulu memang Banguntapan terjadi transmisi lokal,” katanya.

Dia juga mengatakan, kasus COVID-19 di Bantul bersifat fluktuatif karena pada akhir Mei atau tepatnya tanggal 20 Mei sampai dengan 24 Juni tren epidemiologi di Bantul sudah terjadi penurunan kasus positif, atau lebih banyak kasus sembuh ketimbang positif.

“Tetapi setelah awal Juli dan dipicu pada saat WFH (work form home) sudah ditutup, dan WFH dari luar daerah yang harus pulang ke Jakarta, ke tempat kerja luar Jawa melakukan tes ternyata muncul beberapa kasus positif,” katanya.

Kondisi itu kemudian memacu Dinkes bersama Gugus Tugas COVID-19 Bantul untuk melakukan tes usap massal kepada pelaku perjalanan maupun tenaga kesehatan yang rentan tertular dari pasien yang kemudian dinyatakan konfirmasi positif.

“Jadi pertambahan kasus itu terjadi pada saat kita melakukan dan kita selalu izin ke Gugus Tugas untuk melakukan serangkaian tes skrining kepada semua tenaga kesehatan utamanya nakes yang bertugas di pelayanan pertama puskesmas,” katanya.

Dia mengatakan dalam melakukan tes usap massal untuk penegakan diagnosa COVID-19 tersebut didukung pemerintah melalui Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, agar target sebanyak 5.000 tes PCR di seluruh Bantul tercapai.

Sementara itu, terkait kasus COVID-19 di Bantul yang diperbaharui Dinkes hingga Selasa (28/7), kasus positif berjumlah 190 orang, dengan dinyatakan sembuh 106 orang, sementara kasus meninggal enam orang, sehingga pasien positif yang masih dirawat berjumlah 78 orang. (Ant/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *