Pasien Positif COVID-19 di Gunungkidul Bertambah Menjadi 116 Orang

Berbagi berita ...

GUNUNGKIDUL, Cakram.net – Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bertambah tiga, sehingga total menjadi 116 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty di Gunungkidul, Selasa (4/8/2020) mengatakan tiga kasus pasien positif COVID-19 baru, yakni perempuan (8), asal Kapanewon/Kecamatan Rongkop memiliki kontak dengan konfirmasi positif, begitu juga dengan laki-laki (48) asal Playen, dan laki-laki (56) asal Tepus.

“Ketiga pasien positif COVID-19 itu memiliki kontak dengan pasien konformasi positif sebelumnya,” kata Dewi.

Ia mengatakan pasien asal Tepus ini tercatat menjadi kasus positif COVID-19 pertama dari wilayah tersebut. Pasien tersebut merupakan tenaga kesehatan (nakes) dan diketahui positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab massal.

Sementara untuk kasus sembuh hari ini adalah laki-laki (35), asal Gedangsari, laki-laki (50), asal Ponjong, perempuan (48), asal Playen, dan perempuan (54), asal Tanjungsari.

“Kami berharap pasien lainnya segera sembuh,” ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Gunung Kidul jumlah positif COVID-19 di Gunung Kidul menjadi 116 orang secara kumulatif, dengan rincian 28 pasien dalam perawatan, 85 kasus dinyatakan sembuh, dan tiga dilaporkan meninggal dunia.

Jumlah spesimen swab yang telah diambil tidak mengalami perubahan dari sebelumnya, yaitu sebanyak 2.211 spesimen. Hasil negatif mencapai 1.840 spesimen dan 255 lainnya masih dalam proses.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan mengantisipasi penyebaran COVID-19,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Edy Basuki mengatakan kontrak kerja sama dengan UGM selaku pemilik Wisma Wanagama, yang menjadi tempat karantina sudah berakhir, sehingga perlu ada lokasi baru.

Pemanfaatan Wisma Wanagama di Playen sebagai lokasi karantina sendiri dilakukan sejak pertengahan Mei, hingga diperpanjang sampai 31 Juli lalu.

“Pihak UGM memberikan waktu transisi selama seminggu pada Pemkab Gunung Kidul. Masa transisi ini pun digunakan untuk mencari lokasi baru. Opsinya adalah puskesmas, selain RSUD Saptosari. Kemungkinan dalam minggu ini akan ditentukan lokasi penggantinya,” kata Edy. (Ant/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *