Sediakan Akses Internet Gratis, Krebo Jadikan Rumah Aspirasi Untuk Belajar Daring

UNGARAN, Cakram.net – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto menjadikan Rumah Aspirasi miliknya di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang sebagai tempat belajar daring bagi siswa kurang mampu. Pria yang akrab disapa Krebo itu menyediakan fasilitas akses internet nirkabel secara gratis di Rumah Aspirasi yang lokasinya tak jauh dari rumahnya untuk menunjang kelancaran siswa belajar secara daring.

Ide menjadikan rumah aspirasi sekaligus Posko PDI Perjuangan sebagai tempat belajar daring berawal ketika ada warga meminta izin belajar di teras rumah sekaligus memanfaatkan akses internet nirkabel di rumahnya. Beberapa siswa belajar daring di teras rumahnya mulai 28 Juli 2020.

“Istri saya cerita kalau ada warga minta izin belajar di teras rumah untuk mengakses internet. Dari situ saya punya ide menjadikan rumah aspirasi sebagai tempat belajar daring bagi warga sekitar yang tidak mampu, saya pasangkan perangkat di sana,” ungkapnya, Selasa (4/8/2020).

Krebo mengatakan, adanya fasilitas internet gratis di rumah aspirasi setidaknya bisa membantu warga sekitar yang tidak mampu membeli kuota internet dalam mengikuti pembelajaran secara daring selama pandemi COVID-19. Sebab ada orang tua yang mungkin kesulitan membeli kuota internet telepon selular guna mendukung kelancaran anaknya dalam pembelajaran daring.

“Yang banyak cerita ke saya justru orang tuanya, mereka sekarang juga sebagai guru bagi anaknya kan susah. Jadi kalau ada akses internet gratis mereka tidak perlu beli kuota internet, setiap pagi bisa datang ke posko atau teras rumah saya untuk mengakses internet,” katanya.

Krebo mengungkapkan, teras rumahnya bisa untuk belajar sekitar 4-5 orang karena sempit. Sedangkan di rumah aspirasi bisa menampung lebih dari 10 orang.

“Kalau di rumah aspirasi bisa 20 orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kita minta pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Melalui whatsapp grup RT sudah disampaikan, makanya sekarang ada siswa yang belajar di rumah aspirasi,” ujarnya.

Dia berharap warga yang mampu dan di rumahnya sudah memasang jaringan internet nirkabel dapat membantu siswa kurang mampu di sektiarnya dengan menyediakan sambungan internet gratis.

Disinggung soal adanya warga masyarakat kesulitan mengikuti pembelajaran daring akibat keterbatasan sinyal internet maupun tidak memiliki telepon seluler yang memadai, Krebo menyatakan pembelajaran daring baru kali pertama ini dilakukan sehingga memang susah mengingat selama ini belum pernah ada pembelajaran daring. Namun perlu ada kajian untuk mencari formula penerapan KBM tatap muka, misalnya satu kelas ada 40 orang siswa digilir masuk 20 siswa secara bergantian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saya kira harus dicarikan solusi terbaik, karena kalau sampai Desember 2020 mereka (siswa) jenuh juga di rumah. Kalau ada orang tua yang tidak bisa mengawasi karena harus bekerja, anak itu malah dolan (bermain),” tandasnya.

Salah satu siswa kelas 5-B SD Negeri 01 Susukan, Nail Gani Hiban Yasar (10) mengaku dirinya baru sehari belajar di rumah aspirasi Bambang Kusriyanto. Saat belajar di rumah aspirasi dia bisa bertemu dan berdiskusi dengan teman sebayanya untuk menyelesaikan tugas sekolah.

“Belajar di rumah terus jenuh, apalagi saya siswa baru pindahan dari Tegal,” ucapnya. (dhi/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *