Jubir Bison Sebut Kiai Berkumpul Diberi Masukan Soal Pilkada Hal Wajar

UNGARAN, Cakram.net – Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Semarang nomor urut 1 Bintang Narsasi-Gunawan Wibisono (Bison), Mas’ud Ridwan menyebut hal wajar ketika ada sejumlah kiai berkumpul dan diberi masukan terkait Pilkada Kabupaten Semarang. Karena masalah pilkada untuk kepentingan Kabupaten Semarang, Nahdlatul Ulama (NU) dan kepentingan lainnya.

“Dalam sistuasi pilkada saat ini ketika ada para kiai ingin berkumpul dan dikasih masukan berkaitan pilkada adalah hal wajar. Justru yang tidak wajar katanya orang NU tetapi justru terkesan ada penekanan kepada para kiai, ini justru agak aneh,” ujarnya, Senin (28/9/2020).

Sebagai orang NU, lanjut Mas’ud, bila ada persoalan seharusnya didatangi, diklarifikasi dan ditabayunkan. Sehingga tidak ditekan untuk kepentingan tertentu.

“Kalau para kiai itu nanti berkumpul lagi bukan masalah besar. Ini hanya masalah pilkada untuk  kepentingan Kabupaten Semarang,  Nahdlatul Ulama, dan kepentingan yang lain,” ungkap Gus Ud, sapaan akrab Mas’ud Ridwan.

Gus Ud mengatakan, masalah pertemuan para kiai di rumah makan Mang Engking tidak seperti yang diberitakan. Dia mengaku sudah mendapat informasi terkait persoalan tersebut.

“Kalau ada yang menyampaikan undangannya masalah COVID tolong tunjukkan undangannya mana? Kalau para kiai ada pertemuan dipersoalkan, persoalannya ada dimana?” katanya bertanya.

Menurut Gud Ud, para kiai semestinya dibiarkan saja untuk menentukan pilihannya. Karena para kiai memiliki pilihan masing-masing dan itu hal yang lumrah.

“Tidak benar ada pemelintiran ke politik, karena situasi pilkada kemudian banyak kiai, mohon maaf, seperti ditekan sehingga pemikirannya berubah karena ada tekanan itu,” tukasnya.

Kata Gus Us, seharusnya NU bersikap netral. NU ibarat orang tua harus memposisikan sebagai wasit.

“Kalau orang tua ikut bertengkar dengan anak-anak ya jangan salahkan kalau anak-anak melawan orang tua. Harusnya Rois Syuriah NU maupun Tanfidzyah NU pada posisi hak pribadi, jangan membawa NU,” tegasnya.

Gus Ud mengaku tidak tahu acara pertemuan para kiai membahas masalah Bison atau yang lain. Karena dia hanya diberitahu ada pertemuan para kiai.

“Saat saya di situ, saya mendengar sendiri KH Asyuri Muntaha dari Kenteng Susukan mengatakan lahir batin mendukung Bison. Forum kiai kampung memang ada, kita yang membentuk dan sedang kita jalankan,” pungkasnya.

Gus Ud menambahkan, kiai yang diklarifikasi di Posko Tali Jagat untuk pemenangan Ngebas mungkin pernyataannya berbeda bila dia klarifikasi. (dhi/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *