Dinkes Kabupaten Semarang Prioritaskan Skrining Ibu Hamil Cegah COVID-19

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Pemkab Semarang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mempriotitaskan kegiatan skrining terhadap ibu hamil trimester tiga (kehamilan dari minggu ke 28 sampai 40 minggu) dengan melakukan tes usap guna mencegah COVID-19.

“Kita sekarang sedang mengaktifkan kegiatan skrining dengan sasaran prioritas. Prioritas pertama ibu hamil trimester tiga, sasaran berikutnya orang dengan penyakit tidak menular, lansia dan tenaga kesehatan,” jelas Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, dr Ani Rahardjo, Kamis (8/10/2020).

Ani mengatakan, dinkes melibatkan puskesmas dan bidan desa untuk pendataan ibu hamil. Sehingga masing-masing puskesmas sudah memiliki data ibu hamil yang akan diskrining.

“Ibu hamil yang mau melahirkan kita dahulukan. Ini sudah berjalan,” katanya.

Menurut Ani, dinkes juga melakukan skrining untuk kelompok-kelompok berisiko tinggi karena pekerjaannya. Misalnya anggota TNI/Polri dan institusi lain yang selalu berhubungan langsung dengan masyarakat.

Selain sasaran di atas, lanjut Ani, bila ada kasus COVID-19 dinkes melakukan tindakan 3T, yakni tracing, testing dan treatment. Ketika melakukan tracing tersebut dinkes langsung menyimpulkan riwayat kontak erat atau agak erat dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

“Yang punya riwayat kontak erat dengan penderita COVID-19 kita sebut lini satu, kemudian lini dua agak erat. Untuk kontak erat dan agak erat langsung kita swab (tes usap),” ungkapnya.

Ani mengungkapkan, pelaksanaan tes usap sudah menyasar 5.012 orang dengan jumlah sampel sebanyak 8.999 specimen. Karena ada satu orang yang diambil sampel dua kali.

“Tes usap sudah dilakukan sejak pandemi COVID-19 awal Maret lalu. Dari specimen yang diperiksa diketahui 709 di antaranya terkonfirmasi positif COVID-19,” bebernya.

Kata Ani, kondisi Kabupaten Semarang berdasarkan data per 4 Oktober 2020 masih kategori zona merah COVID-19. Saat ini ada dua kecamatan yang zona merah, yakni Ambarawa dan Bandungan.

Penjabat Sekda Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro menambahkan kasus COVID-19 di Kabupaten Semarang mengalami penurunan dari lima kecamatan zona merah saat ini tinggal dua kecamatan. Penurunan itu terjadi seiring digelarnya operasi yustisi terkait protokol kesehatan oleh Satpol PP dibantu TNI/Polri.

“Kita juga menggerakkan seluruh camat dan kades/lurah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menekan penyebaran COVID-19,” katanya.

Soekendro mengatakan, pemkab mendirikan posko siaga khusus di Bandungan yang melibatkan Satpol PP dan TNI Polri untuk mengedukasi masyarakat agar semakin sadar mematuhi protokol kesehatan.

“Insyaallah satu minggu ke depan khusus Ambarawa dan Bandungan bisa turun ke zona sedang, syukur rendah. Camat kita minta untuk menurunkan, jangan sampai justru tinggi penyebarannya,” tandasnya. (Ant/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *