Pilkada di Masa Pandemi COVID-19 Pengaruhi Antusiasme Masyarakat

UNGARAN, Cakram.net – Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan Pilkada Serentak 2020 yang berlangsung di masa pandemi COVID-19 mempengaruhi antusiasme masyarakat. Setidaknya tahapan pilkada di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah tidak ada gaungnya.

“Atmosfer kontestasinya jauh berbeda dengan pilkada sebelumnya. Pilkada serentak di masa pandemi kurang heroik,” ungkap Kribo, sapaan akrab Bambang Kusriyanto saat menjadi pembicara acara talkshow bertajuk Pilkada Sukses di Masa Pandemi di The Wujil Resort & Convention Ungaran, Rabu (11/11/2020).

Menurut Kribo, kurangnya antusias tersebut setidaknya tersirat dari pelaksanaan debat terbuka pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang yang digelar KPU Kabupaten Semarang pada Selasa (10/11/2020). Sebab jumlah audien yang datang dibatasi hanya empat perwakilan tim kampanye dari masing-masing paslon.

“Meskipun disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi swasta nasional dan media sosial, tapi masyarakat masih kurang antusias mengikutinya. Terbukti tidak ada tanggapan dari masyarakat terkait materi debat yang disampaikan masing-masing paslon,” ujarnya.

Kata Kribo, kondisi itu dikhawatirkan bisa mempengaruhi  antusiasme masyarakat untuk datang ke TPS (tempat pemungutan suara) untuk mencoblos pada 9 Desember 2020. Padahal KPU berharap  tingkat kehadiran pemilih ke TPS masih tetap tinggi kendati pilkada digelar di masa pandemi COVID-19.

Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dalam pelaksanaan pilkada. Sehingga adanya pilkada tidak muncul klaster baru penyebaran COVID-19.

“Jangan mengorbankan nyawa masyarakat hanya untuk kepentingan politik dalam pilkada. Upaya untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19 harus menjadi perhatian penyelenggara pilkada,” tandas politisi PDIP itu.

Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat mengakui pelaksanaan pilkada di masa pandemi COVID-19 menjadi tantangan luar biasa bagi jajaran penyelenggara. Selain menekan risiko penularan virus corona, penyelenggara harus memastikan antusiasme masyarakat mengikuti semua tahapan hingga pemungutan suara.

“Konsekuensi pelaksanaan di masa pandemi akan lebih sunyi, termasuk pelaksanaan debat secara virtual. Sebab ketentuan pelaksanaan pemilu di masa pandemi memang begitu,” katanya.

Menurut Yulianto, pemilih dijadwal kedatangannya ke TPS agar tidak menimbulkan kerumunan banyak orang. Pemilih juga akan mendapat sarung tangan sekali pakai, wajib  menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun sebelum mencoblos.

“Petugas TPS akan meneteskan tinta menggunakan pipet, tidak dicelupkan seperti biasanya. Penyelenggara juga menyiapkan petugas khusus jika ada pemilih sedang menjalani isolasi,” ungkapnya.

Sementara Koordinator Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa tengah, Anik Sholihatun juga mengakui pilkada kali ini memang menjadi tantangan berat bagi penyelenggara. Namun sejauh ini penyelenggara pilkada mampu melaksanakan tahapan pilkada lancar.

“Soal pelanggaran pasti akan ditangani sesuai ketentuan dan peraturan. Yang tak kalah penting adalah bagaimana pilkada kali ini bisa sukses tanpa ada warga atau petugas terjangkit COVID-19,” ujarnya. (dhi/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *