Pemkab Boyolali Cegah Gratifikasi di RSUD Pandan Arang

Berbagi berita ...

BOYOLALI, Cakram.net – Berbagai langkah antisipasi dan pencegahan terjadinya tindakan gratifikasi terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Sehubungan itu,  Inspektorat Kabupaten Boyolali melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) melakukan sosialisasi pencegahan gratifikasi kepada karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Boyolali di ruang Merpati rumah sakit tersebut, Senin (7/12/2020).

Sosialisasi dilaksanakan berpedoman pada Peraturan Bupati Boyolali Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Boyolali. Selain itu, mengacu Keputusan Bupati Boyolali Nomor 180/638 Tahun 2020 tentang Pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Boyolali.

“Diharapkan para karyawan RSUD Pandan Arang dapat menghindari praktek gratifikasi yang rawan terjadi di bidang kerfarmasian. Bagaimana kita memberikan pelayanan maksimal tanpa terjadinya gratifikasi, utamanya terkait dengan kefarmasian atau obat obatan,” ungkap Inspektur Inspektorat Kabupaten Boyolali, Insan Adi Asmono usai kegiatan sosialisasi.

Pada kesempatan itu, sebanyak 48 dokter umum, spesialis dan sub spesialis, serta 259 perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan Non ASN dari total 705 karyawan RSUD Pandan Arang menandatangi komitmen bersama program pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi.

“Ini mengingatkan kita supaya selalu menjaga diri agar tidak melakukan gratifikasi,” kata salah satu dokter di RSUD Pandan Arang. (dhi/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *