UNGARAN, Cakram.net – Sebuah tower setinggi lebih kurang 80 meter yang berada di Dusun Lerep, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, roboh saat hujan deras mengguyur wilayah itu. Peristiwa ini tidak sampai menimbulkan korban karena tower ambruk ke arah utara, tidak mengarah ke selatan yang terdapat rumah warga yang dekat dengan tower tersebut.
“Tower roboh sekira pukul 12.30 WIB. Saat peristiwa itu terjadi memang turun hujan dan sempat reda, tapi hujan lagi,” ungkap Sri Mutmainatun, salah satu warga yang jarak rumahnya paling dengan dengan towe, Sabtu (19/12/2020).
Sebelum mengetahui tower roboh, warga sekitar mendengar suara sangat keras. Beruntung saat tower itu ambruk tidak ada orang di perkebunan sekitar tower karena cuaca hujan.
“Suara keras itu ternyata dari tower yang ambruk. Saat itu tidak ada orang di lokasi kejadian, warga kemudian melaporkan ke perangkat desa,” ujar Sri.
Menurut Sri, tak berselang lama setelah itu petugas dari PLN datang ke lokasi tower tersebut. Lokasi ambruknya tower langsung dilokalisir untuk pengamanan.
Sri mengungkapkan tower yang ambruk itu sudah berdiri beberapa lama. Saat ini sedang proses pemasangan kabel.
“Mungkin karena kabel belum terpasang sempurna, sehingga kendor dan menjadi berat. Pondasi tower sampai pecah-pecah karena tidak kuat menahan beban,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lerep Sumaryadi mengatakan kejadian tower ambruk itu menjadi tanggung jawab pihak ketiga karena saat ini masih dalam proses pembangunan. Baginya, yang terpenting tidak ada warganya yang menjadi korban atas kejadian tersebut.
“Yang paling penting bagi kami adalah tidak ada warga jadi korban. Kami berharap pembangunan tower betul-betul memperhatikan kekuatan dan keselamatan, karena adanya kejadian ini membuat warga menjadi waswas,” katanya. (dede)
