SALATIGA, Cakram.net – Wali Kota Salatiga Yuliyanto secara resmi melakukan launching Aplikasi Non Tunai (SiNONA) untuk pembayaran retribusi pengujian kendaraan bermotor dan QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan) serta pajak lainnya di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga, Jumat (18/12/2020).
Peluncuran inovasi aplikasi sistem pembayaran pajak tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah Andry Prasmuko, Sekda Kota Salatiga Fakruroji, Direktur Operasional dan Digital Banking PT BPD Jateng Rahadi Widayanto, Kepala PT BPD Jateng Cabang Salatiga Erna Setyawati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan Ketua Organda Salatiga.
“Peluncuran SiNONA sebagai wahana mengenal pajak dan retribusi nontunai. Terima kasih kepada Bank Indonesia, Bank Jateng, BKD (badan keuangan daerah), Dinas Kominfo, serta OPD terkait atas terealisasinya program ini,” kata Kepala Dishub Kota Salatiga, Sidqon Efendi.
Perwakilan Bank Jateng, Imam Hanafi menyatakan Bank Jateng mendukung sepenuhnya dengan memberikan kemudahan layanan dan jaringan.
“Bank Jateng selalu meningkatkan layanan termasuk teknologi. Harapan kami bisa berkontribusi dalam pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Salatiga,” ujarnya.
Andry Prasmuko dalam sambutannya menyebutkan salah satu manfaat dari elektronifikasi layanan retribusi dan pajak adalah pendapatan asli daerah (PAD) semakin meningkat, akses yang mudah, serta peningkatan efisiensi. Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
“Kami apresiasi Pemkot Salatiga yang telah meningkatkan aplikasi nontunai, dan percepatan digitalisasi seperti pemberlakuan QRIS kepada para pedagang di Pasar Salatiga. Kami berharap dukungan itu terus dikembangkan,” pesannya.
Sementara itu, Wali Kota Salatiga menegaskan pentingnya inovasi bagi birokrasi pemerintahan dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Apalagi di tengah pandemi COVID-19 saat ini sangat penting sistem layanan yang mengedepankan jaga jarak. Oleh karenanya saya sampaikan apresiasi kepada Kepala Dishub dan Kepala BKD yang telah mewujudkan aplikasi SiNONA ini,” katanya.
Menurut Yulianto, aplikasi SiNONA memudahkan masyarakat dalam aktifitas pembayaran pajak yang digunakan untuk membangun kota. Penerapan aplikasi ini juga bentuk transparansi serta efektivitas layanan pembayaran pajak dan retribusi.
“Manfaat aliran dana dapat ditelusuri, menghindari yang palsu, dan menghindari pengutan liar.
Pembayaran bisa dilakukan melalui internet banking dan ATM, sehingga proses transaksi bisa dilakukan menggunakan handphone di genggaman,” jelasnya.
Usai launching, dilakukan simulasi pembayaran melalui QRIS oleh Dishub, serta simulasi pembayaran PBB-P2 dan pajak lainnya oleh BKD. Selanjutnya dilakukan penandatanganan kerja sama dan penyerahan simbolis dari PT BPD Jateng berupa QRIS Bima Umum kepada Wali Kota Salatiga, QRIS PKB kepada Kepala Dishub, QRIS PBB-P2 dan QRIS pajak daerah kepada Kepala BKD. (rls)
