Disparta Kabupaten Semarang Usulkan Pembuatan TIC Di Bandungan

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang mengusulkan pembutan Tourist Information Center (TIC) di kawasan wisata Bandungan, untuk memberikan pelayanan informasi pariwisata yang lebih baik kepada wisatawan.

Usulan itu disampaikan Kepala Disparta Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih dalam rapat koordinasi penataan Pasar Bandungan Baru yang dipimpin Wakil Bupati Semarang di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, Kamis (7/1/2021).

“Keberadaan TIC diperlukan sebagai pusat informasi peta pariwisata Kabupaten Semarang. Berbagai tujuan pariwisata yang bermunculan memerlukan promosi agar kunjungan wisata semakin banyak,” kata Dewi.

Selain informasi pariwisata, lanjut Dewi, dalam pembuatan TIC juga perlu dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk money changer yang dibutuhkan wisatawan asing. “Momen penataan kawasan Bandungan yang saat ini sedang dikerjakan sangat tepat untuk membuat TIC,” ujarnya.

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengharapkan pasar wisata Bandungan yang baru nantinya dapat menjadi ikon kawasan wisata.

“Jangan sampai hanya menjadi pasar biasa. Perlu ciri khas para pedagang, bahkan petugas keamanannya agar menarik,” tandasnya.

Nugraha menandaskan, proses pemindahan para pedagang harus dapat diselesaikan dengan baik. Dia tidak ingin terjadi friksi antarpedagang atau kendala lain saat penataan Pasar Bandungan dan Sub Terminal Bandungan yang baru.

Terkait pembuatan TIC, Nugraha menyatakan setuju hal itu diadakan. Ia meminta Kepala DPU Kabupaten Semarang untuk membantu pembuatan fasilitas tersebut.

Sementara Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Heru Cahyono menjelaskan ada 945 pedagang yang akan ditata di Pasar Bandungan baru.

“Seluruh pedagang sudah harus pindah pada 20 Januari 2021,” ungkapnya.

Seperti diketahui, lokasi Pasar Bandungan lama akan dibongkar untuk dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Pelaksanaan pekerjaan taman pasif tersebut akan ditangani oleh Kementerian PUPR. Sedangkan untuk penataan jalan di sekitar pasar akan dilakukan oleh Pemprov Jateng. (Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *