Ketua DPRD Nilai Penertiban PPKM di Kabupaten Semarang Tebang Pilih

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menilai penertiban yang dilaksanakan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Semarang tidak serius dan tebang pilih. Karena masih ada kegiatan usaha yang buka sampai di atas pukul 19.00 WIB dibiarkan saja.

“Penegakan PPKM di Kabupaten Semarang tebang pilih. Bisa dilihat secara nyata di wilayah Ungaran dan sekitarnya, bahkan ada warga yang lapor ke saya kalau usahanya diminta tutup pukul 19.00 WIB, tapi ada kegiatan usaha lainnya dibiarkan tetap beraktivitas melebihi jam 7 malam,” kata Bondan, Minggu (17/1/2021).

Menurut Bondan, seluruh toko modern sudah tertib menjalankan instruksi Bupati Semarang Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Semarang. Namun masih ada tempat usaha resto, kafe, toko ponsel dan toko pakaian di Alun-alun Lama Ungaran dan sekitarnya tetap buka di atas pukul 19.00 WIB, meski sudah ada instruksi bupati tentang PPKM yang diberlakukan mulai 11-25 Januari 2021.

“Bupati sudah membuat instruksi sesuai instruksi Mendagri, ya itu dijalankan betul. Kalau memang instruksi itu tidak ingin dijalankan ya berlaku untuk semua, jangan tebang pilih,” tegasnya.

Kata Bondan, rekomendasi DPRD Kabupaten Semarang kepada Satgas COVID-19 Kabupaten Semarang berkaitan penanganan COVID-19 tidak dihiraukan.

“Rekomendasi DPRD kepada Satgas COVID-19 juga tidak pernah digubris. Ini bukti bahwa penanganan COVID-19 di Kabupaten Semarang tidak serius dijalankan,” tandasnya.

Seperti diketahui, persentase kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Semarang masih berada di atas persentase nasional. Sedangkan persentase angka kesembuhan pasien COVID-19 di Kabupaten Semarang juga berada dibawah persentase kesembuhan secara nasional.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dr Ani Rahardjo menyebutkan data per 10 januari 2021, persentase kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Semarang mencapai 20,97 persen sementara persentase kasus aktif COVID-19 secara nasional di angka 14,8 persen. Untuk angka kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Semarang tercatat mencapai 3,67 persen, sedangkan angka kematian akibat COVID-19 secara nasional mencapai 2,91 persen.

Adapun angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Semarang, lanjut Ani, mencapai 75,37 persen. Angka ini berada di bawah persentase kesembuhan secara nasional yang mencapai 82,34 persen.

“Tiga hal itulah yang menjadi pertimbangan Kabupaten Semarang harus menerapkan PPKM sesuai Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2021 selama dua pekan ke depan,” ujar Ani. (dhi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *