Seorang Pemuda Di Grobogan Ditusuk Pasangan Gay-nya Hingga Tewas

Berbagi berita ...

GROBOGAN, Cakram.net – Peristiwa pembunuhan menggegerkan warga di Dusun Terkesi Selatan, Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Jumat (22/1/2021). Seorang pemuda berinisial IA (19), warga Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, ditusuk hingga tewas oleh pasangan sesama jenisnya (Gay) berinisial JK (26).

Informasi yang diperoleh, peristiwa ini diketahui salah satu warga sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu Eka (15) yang berada di dalam rumahnya mendengar suara keras dari rumah pelaku berinisial JK (26).

Eka mendengar suara ‘Ya Allah’ berulang kali sehingga membuatnya penasaran. Namun saat membuka pintu, dirinya kaget melihat ada laki-laki yang ditindih dan dibunuh dengan pisau oleh JK.

Melihat perbuatan tersebut, Eka ketakutan dan lari bersembunyi. Lima belas menit kemudian, pelaku keluar membawa jenazah korban yang dibungkus dengan seprai dan diletakkan di pekarangan kosong di tepi jalan sekitar 16 meter dari rumahnya.

Saat pelaku menaruh jasad korban, Adi Purwanto (27), tetangga lain melihatnya secara sembunyi-sembunyi. Mengetahui ada yang tidak beres, dirinya lari dan melaporkan kepada perangkat desa setempat. Laporan itu dilaporkan ke Mapolsek Klambu dan diteruskan Polres Grobogan.

Kapolres Grobogan, AKBP Jury Leonard Siahaan langsung mendatangi TKP dan memimpin penyelidikan kasus tersebut. Dari pemeriksaan saksi-saksi, pelaku diketahui melarikan diri menggunakan sepeda motor milik korban usai melakukan pembunuhan.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di Dusun Beran, Desa Terkesi. Kami langsung melakukan penyisiran dan benar, tersangka berada di wilayah tersebut, sedang berada di rumah temannya. Langsung kami amankan dan kami bawa ke Mapolsek Klambu untuk dimintai keterangan” ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Aji Dharmawan.

Diketahui korban berinisial IA (19), warga Desa Mlilir, Kecamatan Gubug. Di hadapan penyidik, pelaku mengakui telah menusuk korban sebanyak lima kali. Pelaku mengaku melakukan pembunuhan karena sakit hati tidak diberikan pembayaran oleh korban usai berhubungan badan.

“Pelaku dan korban adalah pasangan sesama jenis. Motif pembunuhan yakni pelaku sakit hati karena keinginannya tidak dituruti dan langsung melakukan pembunuhan tersebut. Pelaku juga sudah mengakui telah melakukan lima kali penusukan ke tubuh korban,” jelas Kapolres.

Selain mengamankan pelaku, polisi menemukan barang bukti dari tangan tersangka yakni satu bilah pisau yang sudah bengkok berlumuran darah, satu stel pakaian korban yang terdapat bercak darah, satu stel pakaian tersangka yang terdapat bercak darah dan satu sepeda motor Scopy Nopol H 2693 AQE warna putih milik korban.

Pelaku dijerat pasal 338 KUHP. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku mendekam di balik jeruji besi. (Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *