Wahana Jembatan Kaca di Objek Wisata Gumuk Reco Sepakung Dibuka Untuk Umum

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Pengelola objek wisata Gumuk Reco di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menambah wahana baru, yakni jembatan kaca. Wahana baru tersebut resmi dibuka untuk umum mulai Senin (11/1/2021).

Pembukaan jembatan kaca itu setelah melewati uji beban yang dilakukan oleh pengelola objek wisata dan perwakilan Perhutani serta pengunjung pada Minggu (10/1/2021).

Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri mengungkapkan, jembatan kaca itu menggunakan kaca tempered tiga lapis dengan total ketebalan sekitar 17,3 milimeter. Sedangkan panjang jembatan 6 meter dan lebar 2 meter.

“Saat kita lakukan uji beban melibatkan 12 orang. Sedangkan uji  beban yang dilakukan perwakilan Perhutani dan pengunjung melibatkan 14 orang,” ungkapnya, Minggu (10/1/2021).

Ketika dibuka untuk umum, lanjut Ahmad Nuri, jembatan kaca hanya boleh dinaiki maksimal tiga orang. Batas maksimal berat badan per orang antara 65-70 kilogram.

“Nanti setiap pengunjung wajib memakai sandal khusus. Pengunjung dilarang bersandar di besi pengaman tepi, serta dilarang berfoto dengan meloncat di kaca,” tandasnya.

Ahmad Nuri menjelaskan, pembangunan jembatan kaca dikerjakan selama dua bulan yang dibiayai dana APBD Provinsi Jateng dan bantuan keungan Gubernur Jateng untuk desa wisata. Dana sebesar Rp100 juta digunakan untuk membangun jembatan kaca dan jembatan kayu bengkirai dengan dimensi 2,4 meter x 6,5 meter, serta pembangunan jalan menuju Wahana Ondo Langit.

Diharapkan adanya wahana baru itu bisa meningkatkan jumlah wisatawan. Karena kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Sepakung selama pandemi COVID-19 hanya sekitar 30 persen dari sebelum ada wabah virus corona.

“Pengunjung Gumuk Reco kami batasi 50 persen namun yang terjadi 30 persen saja belum sampai. Untuk operasional tidak bisa nutup. Adanya wahana baru ini kami optimistis tingkat kunjungan wisatawan baik lokal maupun luar negeri akan pulih kembali, tentu pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Kata Ahmad Nuri, saat ini tengah dikaji objek wisata baru di Dusun Pagergedong yang pemandangannya mirip di Nepal. Karena ada lanskap pemandangan pemukiman warga berjejer rapi di sekitar perbukitan kaki Gunung Telomoyo.

“Pagergedog adalah dusun terakhir jalur menuju puncak Gunung Telomoyo. Setelah diambil gambar menggunakan drone ternyata di sana menyerupai pemandangan di Nepal,” bebernya.

Selain mengkaji potensi di Dusun Pagergedog, Pemdes Sepakung bersama pelaku pariwisata rencananya akan membuka objek dan wahana wisata berupa area kamping di Dusun Srandil pada pertengahan 2021. Lokasi tersebut tidak jauh dari permukiman warga dan terdapat mata air. (dhi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *