Ketua DPRD Minta Visi Misi Bupati Semarang Segera Jadi RPJMD

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening meminta visi misi Bupati dan Wakil Bupati Semarang yang baru saja dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah, Jumat (26/2/2021), segera dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sehingga program pembangunan daerah yang menjadi visi misi Bupati dan Wakil Bupati Semarang (Ngesti Nugraha-M Basari) dapat segera dilaksanakan.

“Setelah dilantik kami berharap visi misi bupati segera menjadi RPJMD. Setelah itu melaksanakan RPJMD bersama kami, DPRD Kabupaten Semarang,” kata Bondan di kantor DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (26/2/2021).

Bondan juga berharap kepada bupati untuk segera menata tim yang lebih solid. Sehingga Bupati dan Wakil Bupati Semarang dapat menjalankan visi misinya dengan baik.

“Karena masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati juga pendek, tidak penuh lima tahun. Kami dari legislatif siap bekerja sama untuk membangun Kabupaten Semarang sesuai RPJMD yang nanti sudah kita sepakati bersama,” tandas politisi PDIP itu.

Bondan menekankan agar komunikasi dan koordinasi antara eksekutif dengan legislatif bisa lebih harmonis dan lancar. Karena komunikasi dan koordinasi yang terbangun baik untuk kepentingan daerah dan masyarakat Kabupaten Semarang.

“Dalam komunikasi harapan kami lebih harmonis dan lebih lancar untuk kepentingan masyarakat dan daerah,” tegasnya.

Disinggung adanya program kegiatan dan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum berjalan maksimal, Bondan mengatakan DPRD Kabupaten Semarang akan memberikan masukan kepada bupati. Hal itu merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi DPRD dalam melakukan pengawasan.

“Ini sebagai monitoring atas kinerja eksekutif, karena itu merupakan salah satu tugas kami untuk mengawasi,. Kami akan berikan masukan dan pendapat bahwa beberapa OPD yang mempunyai program prioritas harus lebih tinggi kinerjanya,” ungkapnya.

Terkait penanganan COVID-19, Bondan meminta bupati yang baru bisa lebih serius. Termasuk upaya pemulihan ekonomi dampak COVID-19 dapat segera tercapai.

“Semua itu harus digas. Daya beli masyarakat akan semakin turun apabila wabah COVID-19 tidak segera ditangani dengan serius,” pungkasnya. (dhi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *