Perusahaan di Kabupaten Semarang Diminta Bantu Warga yang Isoman

UNGARAN, Cakram.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang meminta perusahaan yang ada di Kabupaten Semarang membantu warga penyintas Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Saat ini jumlah warga Kabupaten Semarang yang melakukan isoman cukup banyak akibat keterbatasan tempat isolasi terpusat.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengungkapkan, kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang saat ini mencapai 3.959, sebanyak 194 orang di antaranya merupakan pasien bergejala dan dirawat di rumah sakit. Sedangkan 3.765 orang tanpa gejala Covid-19, dan 440 orang di tempat isolasi terpusat yang disiapkan Pemkab Semarang.

“Artinya, jumlah warga penyintas Covid-19 yang isoman masih banyak, sekitar 3.325 orang,” ungkapnya usai acara Penyerahan Bantuan CSR Perusahaan bagi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Jumat 2 Juni 2021.

Menurut Bupati, kebutuhan harian warga yang berada di tempat isolasi terpusat ditanggung Pemkab Semarang, seperti makan, vitamin dan lainnya. Namun kebutuhan warga yang isoman dibantu dengan dana desa/kelurahan yang jumlahnya terbatas.

“Bantuan dan dukungan dari beberapa perusahaan yang diserahkan hari ini merupakan tindak lanjut dari diskusi kita bersama forum pelaksana Tanggung Jawab Sosial Lingkungn Perusahaan (TJSLP) di Kabupaten Semarang dan beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait pemanfaatan CSR untuk membantu penanganan Covid-19,”  jelasnya.

Untuk tahap awal, lanjut Bupati, Pemkab Semarang menerima bantuan bagi warga yang isoman dari satu BUMD dan tiga perusahaan, yakni Bank Jateng Cabang Ungaran, PT Sido Muncul,  PT Grasia dan PT Coca Cola Amatil Indonesia.  Jenis bantuannya antara lain vitamin, hand sanitizer, masker, beras, air mineral dalam kemasan dan bantuan lain yang dibutuhkan warga isoman.

“Pemkab Semarang terus berupaya maksimal bersama-sama bergotong royong menekan penyebaran Covid-19. Kami mengajak pengusaha termasuk BUMD untuk bergotong royong membantu mengatasi dampak pandemi Covid-19, terutama kepada warga terpapar Covid-19 yang melakukan isoman,” katanya.

Bupati menyebutkan, ada ratusan perusahaan yang memiliki fasilitas produksi (pabrik) di Kabupaten Semarang. Diharapkan semua perusahaan secara bertahap peduli membantu warga isoman melalui dana CSR yang disalurkan satu pintu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang.

“Bantuan dari perusahaan akan didata, didistribusikan dan dipertanggungjawabkan melalui laporan yang disampaikan kepada masing- masing perusahaan, sehingga ada transparansi dan keterbukaan. Perusahaan juga diharapkan membantu karyawannya yang melakukan isoman,” ujarnya.

Bupati mengingatkan perusahaan menerapkan protokol kesehatan dan SOP pencegahan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Kami mengajak semua perusahan yang ada di Kabupaten Semarang peduli dan bersama-sama bergotong royong mengantisipasi penyebaran Covid-19, agar pandemi ini bisa segera berakhir,” tandasnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan bantuan yang diterima Pemkab Semarang hari ini berupa kebutuhan bagi warga isoman. Bantuan dari Bank Jateng Cabang Ungaran berupa 50 dus masker (isi 50 lembar), empat jerigen hand sanitizer (isi 5 liter per jerigen), vitamin 5 karton dan susu murni dalam kemasan sebanyak 5 karton.

“Kemudian dari Sido Muncul berupa produk herbal sebanyak 25 karton, vitamin 5 karton dan 20 botol hand sanitizer (per botol isi 1 liter). Dari Coca Cola Amatil Indonesia berupa 315 kilogram beras (65 sak), sedangkan dari PT Grasia berupa vitamin sebanyak 2.000 strip (4 kaplet per strip),” bebernya. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *